Chanoyu
10-09-2015
HIS Travel
Chanoyu
People & Culture
Sebarkan Artikel

Jepang merupakan negara yang dikenal dengan berbagai macam budaya tradisional yang tetap terpelihara hingga saat ini. Budaya tersebut diminati tidak hanya oleh orang Jepang sendiri, tetapi juga oleh orang-orang asing. Salah satu budaya tradisional di Jepang yang sangat diminati oleh orang di dunia, salah satunya adalah upacara minum teh atau chanoyu (茶の湯).

Chanoyu merupakan sebuah contoh yang paling terkenal dari kebiasaan mengkonsumsi teh di Jepang. Kebiasaan mengkonsumsi teh yang berupa chanoyu hingga saat ini masih menjadi tradisi, meskipun telah berkembang pula kebiasaan minum teh yang lebih modern dalam masyarakat Jepang. Istilah chanoyu mulai digunakan pada abad ke-16 untuk menggambarkan kegiatan tuan rumah yang menyajikan teh kepada para tamunya dalam sebuah pertemuan teh.

Sebelum istilah chanoyu digunakan, pada Zaman Kamakura (112-1279 M), masyarakat Jepang telah mengenal kebiasaan mengkonsumsi teh yang menggunakan teh bubuk (matcha). Kebiasaan tersebut tak lepas dari penanan Myouan Eisai, pendiri ajaran Buddha Zen, yang talah membawa kebiasaan pembuatan teh bubuk dari Cina ke Jepang dan menyebarkan ide-idenya dan menyebar ke kalangan masyarakat kelas atas pada zaman Muromachi (1338-1573 M). Kebiasaan tersebut kemudian disempurnakan oleh Sen no Rikyu yang menjadikannya sebuah upacara minum teh bernama chanoyu. Chanoyu sendiri, kalau diartikan secara harfiah artinya adalah air panas untuk teh.

Dalam upacara minum teh (chanoyu), terdapat banyak jenis teh yang digunakan untuk dihidangkan kepada para tamu. Berikut ini merupakan beberapa macam teh yang digunakan dalam chanoyu.

  • Ryokucha

Ryokucha merupakan teh yang sangat umum di Jepang, sehingga disebut juga sebagai teh (ocha). Sampai saat ini teh hijau Jepang yang terbaik berasal dari Uji di Kyoto. Selain itu daerah Shizuoka juga terkenal akan hasil teh hijaunya.

  • Gyokuro

Jenis teh ini dinamakan gyokuro karena warna yang keluar dari daun tehnya ketika diseduh adalah warna hijau pucat. Gyokuro merupakan teh hijau kualitas terbaik yang tumbuh di tempat yang sejuk.

  • Matcha

Matcha atau teh bubuk dibuat dari daun teh hijau kualitas terbaik (gyokuro) yang dikeringkan dan digiling sehingga menjadi bubuk halus. Matcha dikenal memiliki aroma yang harum. Biasanya matcha digunakan untuk chanoyu. Selain itu, matcha juga digunakan sebagai bahan masakan maupun bahan berbagai macam kue-kue dan makanan penutup.

  • Sencha

Sencha merupakan teh hijau yang paling terkenal dan banyak dikonsumsi di Jepang. Teh ini dibuat dengan cara mengukus pucuk daun tehnya kemudian ketika sudah kering digulung sehingga berbentuk seperti tabung.

Chanoyu atau chado, pada zaman dulu hanya diperuntukkan bagi; raja-raja, saudagar atau petinggi saja karena teh masih dianggap sebagai barang mewah dan hanya dikonsumsi sebagai minuman kesehatan untuk kalangan atas. Namun saat ini upacaara minum teh diadakan untuk seremonial seperti memperingati hari kemerdekaan negara Jepang atau menyambut tamu kehormatan.

Chanoyu merupakan upacara minum teh tradisional Jepang yang menerapkan peraturan dan etiket dalam praktiknya. Dalam chanoyu, teh dibuat dengan mencampurkan bubuk daun teh dengan air panas di dalam chawan (mangkuk gelas). Teh diaduk dengan menggunakan semacam pengocok yang terbuat dari bambu yang disebut chasen hingga berbusa lalu diminum. Semua kegiatan tersebut memiliki citarasa seni tingkat tinggi.

Tidak sembarang orang dapat mempraktikkan chanoyu secara benar dan terdapat pula kursus khusus untuk mempelajari chanoyu. Untuk menjadi master bahkan membutuhkan upaya yang sulit dan memerlukan waktu bertahun-tahun. Tamu yang diundang secara formal untuk upacara minum teh juga harus mempelajari tata krama, kebiasaan, basa-basi, etiket meminum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan.

Image source : http://www.artcube-kyoto.co.jp/

Chanoyu juga merupakan sarana untuk mengapresiasikan rasa terima kasih terhadap segala hal yang ada di bumi. Dilihat dari proses meminum teh yang lama, mangkuk yang diputar terlebih dahulu, tidak ada yang boleh berbicara dan upacara yang memakan waktu hingga berjam-jam ini bertujuan untuk menghargai teh yang disajikan. Maksud dari hal tersebut adalah “hargailah sesuatu yang sederhana, serta jangan menyepelekan hal-hal kecil.”

H.I.S Tours & Travel memiliki 273 cabang di Jepang, yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada kamu. Serahkan perjalanan ke Jepang kamu pada H.I.S!

https://his-travel.co.id/

https://www.facebook.com/HISTravelIndonesia

Sebarkan Artikel