Bersepeda di Jepang
13-11-2015
HIS Travel
Bersepeda di Jepang
People & Culture
Sebarkan Artikel

Sepeda adalah sarana transportasi di Jepang yang paling terkenal dan dapat dibilang telah menjadi suatu budaya di Negeri Sakura tersebut. Sepeda memang dipakai oleh hampir semua orang di Jepang tidak peduli laki-laki atau perempuan, tua atau muda, miskin atau kaya. Jika jarak tempuh tidak terlalu jauh, bersepeda adalah alternatif pertama karena murah dan cepat.

Tercatat sampai dengan tahun 2013, di Jepang terdapat sekitar 71.551.000 sepeda dengan jumlah penduduk sekitar 126.660.000 jiwa.

Sekolah-sekolah atau dinas sosial di Jepang, biasanya mengadakan beberapa kegiatan mengenai hal-hal sosial misalnya pelatihan kebakaran, pelatihan cara melindungi saat gempa, bahkan pelatihan cara mematuhi aturan lalu lintas yang ada, dan salah satu pelatihannya juga adalah pelatihan bagaimana cara mengendarai sepeda dengan baik.

Beberapa sekolah misalnya, mengadakan sebuah “Cycling Workshop”, yaitu workshop sekaligus simulasi cara mengendarai sepeda yang baik di Jepang bagi murid-murid baru, atau jika harus mengadakan sosialisasi jika ada peraturan yang baru.

Mungkin banyak dari kita yang berpikir “Ya ampun, naik sepeda doang aja ada workshopnya, udah tau lah..”. Tetapi sebenarnya banyak hal baru yang didapat dari workshop ini, diantaranya:

1. Di Jepang, sepeda itu layaknya kendaraan lain seperti mobil dan motor, harus punya keterangan hak milik dan diregistrasikan. Beberapa keuntungan jika kamu mendaftarkan sepedamu adalah kamu akan bebas dari tuduhan pencurian, karena polisi akan percaya bahwa yang kamu kendarai adalah sepeda milikmu sendiri, dan yang kedua lebih mudah bagi para polisi untuk mencari sepedamu jika suatu waktu hilang.

Image source : http://www.wodowaido.com/

2. Tidak diperbolehkan membonceng orang lain kecuali dengan anak kecil. Jadi meskipun sepedamu menyediakan sadel untuk boncengan, yang boleh dibonceng hanyalah anak kecil, paling besar sampai usia sekolah menengah pertama.

3. Jika saat mengendarai sepeda harus melewati perlintasan kereta api, kamu harus turun dan menenteng sepedanya, meskipun tidak ada kereta yang lewat. Hal ini juga adalah untuk menjaga keselamatan si pengendara sepeda itu sendiri. Karena sebenarnya beberapa tempat di Jepang tidak memiliki palang pintu perlintasan, jadi demi keamanan, para pengendara sepeda harus turun dari sepedanya terlebih dahulu untuk menyebrang.

4. Sepeda layaknya kendaraan lain, harus jalan di jalan raya (sama dengan mobil/motor) kecuali jika di pedestrian tanda kalau sepeda boleh lewat di jalan yang sama.

5. Kamu harus mengikuti rambu-rambu yang berlaku kalau tidak mau mendapat denda.

6. Dilarang bersepeda sambil memegang payung. Karena dianggap, jika satu tangan memegang payung dan tangan lainnya menyetir, maka pengendara sepeda akan berjalan tidak seimbang dan hal tersebut membahayakan pengendara sepeda lain bahkan para pengguna jalan lain, termasuk pedestrian.

7. Tidak boleh menggunakan earphone/headset/mobile phone sambil bersepeda. Tentu karena hal ini juga akan mengaburkan konsentrasi pengendara sepeda hingga tidak menghiraukan kondisi jalanan di sekelilingnya.

Nah, bagaimaka jika melanggar peraturan-peraturan tersebut? Polisi akan mengeluarkan surat tilang bagi yang berusia lebih dari 14 tahun. Jika dalam waktu 3 tahun kita menerima surat tilang lebih dari 2, kita harus mengikuti kelas khusus bersepeda seperti halnya ketika akan mengambil SIM. Biaya untuk itu sekitar 5.700 yen (Rp 600.000) untuk 3 jam pelajaran. Jika menolak, kita harus membayar denda sebesar 50.000 yen atau lebih dari lima juta rupiah.

Bersepeda di Jepang adalah satu dari banyak hal yang harus kamu lakukan jika berkunjung ke Negeri Sakura ini. Meskipun ada beberapa peraturan yang harus diikuti, tapi bersepeda menyusuri jalan-jalan di Jepang dan menikmati spot-spot indah untuk wisata adalah salah satu cara yang bisa direkomendasikan agar dapat lebih menikmati suasana di Jepang.

Jika kamu tidak tinggal menetap, melainkan hanya singgah untuk beberapa hari, jangan khawatir, akan ada rental sepeda di daerah wisata tertentu yang bisa kamu gunakan. So, enjoy Japan through cycling!

H.I.S Tours & Travel memiliki 273 cabang di Jepang, yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada kamu. Serahkan perjalanan ke Jepang kamu pada H.I.S!

https://his-travel.co.id/

https://www.facebook.com/HISTravelIndonesia

 

Sebarkan Artikel