Desa Tembikar di Korea, Desa Oegosan Onggi Korea
28-03-2018
HIS Travel
Desa Tembikar di Korea, Desa Oegosan Onggi Korea
City Travel
Sebarkan Artikel

Korea Selatan adalah salah satu negara yang cukup memiliki banyak budaya sama halnya seperti Indonesia ya. Jika kamu ingin berlibur ke Korea Selatan maka sebelumnya kamu harus tahu berbagai macam hal dan juga budaya mengenai Korea. Ketika liburan tidak selalu kamu harus mengunjungi kotanya, kalau kamu bosan dengan  hiruk pikuk dan keramaian kota maka kamu bisa berkunjung ke beberapa desa yang ada disana. Kali ini kami akan memberikan sebuajh infromasi penting kepada kalian semua mengenai salah satu desa yang ada di Ulsan, desa ini adalah desa Oegosan Onggi Korea. Nah apa sih yang unik dari desa ini sampai harus kita dalami dan bahas bersama? Supaya tidak penasaran yuk simak ulasan  artikel di bawah ini sehingga kalian semua menjadi lebih paham :

Desa Penghasil Gerabah Terbesar di Korea

Hasil gambar untuk gentong fermentasi tanah liat korea

image source : pinterest

Bicara soal tembikar dan gerabah, kita bisa menemukan desa atau kawasan yang khusus membuat itu di Indonesia. Jika di Indonesia kita bisa menemuinya di Yogyakarta tepatnya di daerah kasongan. Nah jika di Indonesia ada, maka begitu pula juga di Korea. Salah satu desa yang berada di Kota Ulsan yaitu desa Oegosan Onggi ini merupakan Kasongannya Korea, daerah ini adalah salah satu penghasil gerabah terbesar yang ada di Korea. Hanya di tempat ini kita bisa menemui para seniman tembikar dan gerabah, yang mana mewariskan keahlian mereka secara turun temurun dan melestarikan tembikar atau gerabah khas negeri ginseng tersebut.

Supaya kalian lebih mengetahui informasi mengenai tembikar khas Korea ini maka kami akan membahasnya secara singkat disini sehingga kalian semua bisa tahu informasinya. Tembikar dalam bahasa Korea sendiri disebut sebagai Onggi. Orang-orang Korea menyebut tembikar atau Onggi itu dengan sebutan “tembikar yang bernapas”. Orang Korea menyebut Onggi seperti itu karena mereka menganggap Onggi adalah salah satu hal yang istimewa bagi mereka. Asal kalian tahu saja ya, salah satu kegunaan Onggi adalah untuk menyimpan saus fermentasi yang banyak digunakan ke dalam berbagai jenis masakan Korea. Tanpa adanya Onggi, maak saus fermentasi itu tidak akan jadi.

Pembuatan Onggi / Tembikar Korea

Hasil gambar untuk oegosan onggi

image source : http://english.visitkorea.or.kr

Supaya kalian lebih tahu informasi mengenai desa yang satu ini atau tembikar khas Korea maka kali ini kami akan memberitahu kalian semua mengenai bagaimana cara pembuatan Onggi atau tembikar Korea. Berikut adalah langkah-langkah pembuatannya :

  • Yang pertama, biasanya para pengrajin akan terlebih dahulu menaburkan pasir putih pada roda berputar temapat yang akan ia gunakan untuk membuat tembikar.
  • Setelah menaburkan pasir putih, biasanya para pembuat Onggi akan langsung meletakkan tanah liat bahan membuat Onggi di atas roda itu. Setelah itu, Onggi baru dibentuk sesuai keinginan atau pesanan. Tak lupa, pengrajin juga membuat sebuah bentuk di atas Onggi untuk dijadikan sebagai penutup.
  • Setelah Onggi jadi, si pengrajin akan membawa Onggi ke tempat khusus untuk mengeringkan Onggi ini.
  • Setelah Onggi sudah menjadi kering, akhirnya Onggi dibawa masuk ke dalam oven. Di oven, Onggi akan dibakar supaya tekstrunya lebih kuat lagi. Lama membakar Onggi pun cukup lama yaitu bisa sampai 3 hari dan biasanya pengrajin akan terus mengawasi selama 3 hari juga.
  • Kemudian, jika sudah 3 hari. Onggi tersebut dibawa ke tempat untuk mendinginkan. Untuk proses pendinginan Onggi ini biasanya hanya butuh waktu 2 hari. Dan setelah melewati semua proses itu, tembikar Korea atau Onggi akhirnya jadi dan siap untuk digunakan.

Apa saja yang bisa kita temukan di Desa Oegosan Onggi Korea?

Hasil gambar untuk oegosan onggi

image source : http://english.visitkorea.or.kr

Setelah mengetahui sedikit mengenai pembuatan Onggi Korea, maka apa saja yang ada dan bisa kita temukan di desa sentra gerabah ini sampai kita harus mengunjunginya? Di tempat ini kita bisa menemukan berbagai macam jenis gerabah mulai dari yang kecil sampai ukurannya yang besar. Bahkan di desa yang satu ini berdiri tembikar atau Onggi super raksasa setinggi 2 meter yang tahun 2011 lalu tercatat di Guinnes Book of World Record. Tembikar ini dijadikan sebagai ikon desa Oegosan.

Di desa ini kita bisa menemukan Pusat Kebudayaan onggi atau Onggi Cultural Center yang mana adalah pusat budaya dari tembikar. Di sini ada beragam fasilitas mulai dari ruang multimedia, ruang seminar, onggi Academy, sampai balai sejarah. Selain bisa mengetahui sejarah dari Onggi sampai melihat proses pembuatannya kita bisa melakukannya di desa ini. Bahkan kita juga bisa merasakan bagaimana cara membuat Onggi di desa ini juga, tenang saja karena para pengrajin Onggi nantinya akan mengajari kita dengan sangat sabar dan telaten. Untuk bisa belajar membuat tembikar Korea ini, biasanya satu orang dikenakan biaya 7000 won, tapi untuk orang yang berada di dalam rombongan biasanya hanya dikenakan 5000 won saja.

Festival Oegosan Onggi Festival

Selain bisa merasakan pembuatan tembikar, kami menyarankan supaya kamu datang ke tempat ini dalam waktu yang tepat ya. Karena ada juga yang namanya Festival Oegosan Onggi Festival ini diadakan setiap bulan Oktober tiap tahunnya. Dalam festival ini kita bisa melihat pembuatan dan belajar membuat Onggi. Selain itu ada juga National Onggi Craft Contest atau lomba tembikar yang paling indah dan juga unik. Ada juga konser musik gratis yang membuat semarak festival ini menjadi semakin menarik untuk dikunjungi. Bahkan yang unik, venue dihias dengan patung tembikar rupa sehingga bisa membuat festival menjadi kental suasananya.

Nah itu dia beberapa informasi lengkap mengenai desa Oegosan Onggi korea yang merupakan sentra terbesar penghasil Onggi atau gerabah. Jika kamu ingin mengunjunginya, yuk kesana bersama H.I.S Travel Indonesia!

Sebarkan Artikel