Event dan Festival di Jepang Selama Bulan Desember
04-12-2015
HIS Travel
Event dan Festival di Jepang Selama Bulan Desember
People & Culture
Sebarkan Artikel

Sebagai negara yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan, Jepang tidak hanya menyajikan pemandangan yang indah, dan kemajuan teknologinya, tetapi juga dari segi budayanya yang tetap dipertahankan sangat menarik untuk dilihat. Kebudayaan Jepang bisa kamu lihat dengan diadakannya berbagai macam festival sepanjang tahun. Pada bulan Desember ini pun, ada banyak event dan festival yang diadakan di berbagai tempat di Jepang yang pastinya tidak boleh kamu lewatkan.

Chichibu Yomatsuri (Chichibu Night Festival)

2 – 3 Desember

Festival yang diadakan di Kuil Chichibu di Prefektur Saitama ini memiliki sejarah lebih dari 2000 tahun. Inilah satu dari 3 festival besar yang menggunakan Hikiyama (sebuah kendaraan/gerobak hias yang diangkut dalam pawai), selain Festival Gion di Kyoto dan Festival Takayama. Meskipun diadakan dari tanggal 2 Desember, atraksi utama dari festival tersebut ada pada hari terakhir festival, yaitu pada tanggal 3 Desember.

Salah satu yang paling menarik adalah melihat Hikiyama yang dihiasi oleh lentera yang sangat banyak, diiringi oleh musik dari drum dan flute, sekaligus melihat langit malam yang dipenuhi oleh pertunjukan kembang api selama 2 jam lebih. Kamu bisa menikmati pengalaman langka untuk menyaksikan pertunjukan kembang api di musim dingin. Atraksi ini berlangsung dari pukul 19:30 dan berakhir sekitar pukul 22:00. Oh iya, animo penonton di festival ini sangat besar, lho. Kamu sebaiknya bersiap-siap sejak beberapa jam sebelumnya untuk mendapatkan lokasi menonton yang bagus.

Oji Kumade Ichi (Bamboo Rake Festival)

6 Desember

Image source : www.gotokyo.org

Kumade adalah sapu pengeruk yang terbuat dari bambu yang biasa digunakan untuk menyapu daun atau butiran padi. Kumade dipercaya bisa memberikan keberuntungan dalam banyak hal mulai dari karir, kekayaan, keluarga dan lainnya dan setiap keberuntungan yang diinginkan akan membedakan ornamen yang dipasang di Kumade tersebut. Nah, festival Kumade yang diadakan di Kuil Oji ini sedikit berbeda karena diadakannya pada bulan Desember, dan bukan pada bulan November seperti di tempat lainnya. Banyak sekali Kumade yang menarik dan indah dengan berbagai macam ukuran dan benda yang dipasang pada Kumade tersebut.

Gishi-sai

14 Desember

Image source : www.triplelights.com

Gishi-sai adalah festival yang diadakan di Kuil Sengakuji, Tokyo, untuk menghormati 47 pengikut setia di Akoh. Festival ini dikenal juga sebagai festival Akoh Gishi-sai. Kalau kamu yang menyukai sastra Jepang, kisah 47 ronin pasti sudah failiar. Kisah ini berdasarkan kejadian nyata pada tahun 1703 ketika 47 pengikut membalas kematian tuan mereka dengan membunuh musuhnya. Meskipun ke-47 ronin tersebut banyak mendapat simpati atas tingginya loyalitas mereka terhadap tuannya, mereka tetap dijatuhi hukuman seppuku karena dianggap telah melakukan kesalahan.

Inti dari festival tersebut adalah parade arak-arakan dari 47 sukarelawan yang berpakaian ala samurai, lengkap dengan pedang panjang dan replika kepala yang melambangkan kepala Kira (musuh dari 47 ronin). Setelah berparade selama kurang lebih 3 jam, di Kuil Sengakuji juga terdapat berbagai macam keramaian seperti festival tradisional Jepang lainnya. Festival ini ditutup dengan berziarah ke makam ke-47 ronin berserta makam keluarga Asano.

Kasuga Wakamiya On-Matsuri  

15 – 18 Desember      

Festival Kasuga Wakamiya On-Matsuri merupakan salah satu dari banyaknya festival penting yang diadakan pada tanggal 15 – 18 Desember di Kuil Kasuga Wakamiya, Kota Nara. Meski berlangsung selama 4 hari, acara puncak dari festival ini adalah di tanggal 17. Ciri khas dari acara tahunan terbesar di Prefektur Nara ini adalah orang-orang berpakaian seperti Samurai beserta baju besi dan berbagai macam kostum lokal di jaman Heian atau abad ke-12.

Image source : http://mind42.com/

Tidak hanya itu, bermacam-macam tarian Shinto dan pertunjukan musik juga ditampilkan dalam festival ini, lho. Nah, pada tanggal 17 Desember, terdapat pertunjukan Kagura dan Bugaku. Kagura merupakan musik yang didedikasikan untuk para dewa, sedangkan Bugaku adalah pertunjukan musik dan tarian tradisional yang dulunya hanya dipertontonkan pada orang-orang elit kekaisaran. Inilah kesempatanmu untuk melihat berbagai jenis pertunjukan tradisional yang sangat jarang dilihat sehari-hari.

Hagoita Ichi

17 – 19 Desember

Image source : http://tadaimajp.com/

Hagoita Ichi adalah festival tradisional yang sudah dimulai sejak Periode Edo. Festival ini diadakan di kuil yang menjadi salah satu tempat wisata paling terkenal di Tokyo, Kuil Asakusa. Ada lebih dari 50 stand di area terbuka yang akan menjual hagoita yang sudah dihias, layangan dan berbagai pernak pernik tahun baru. Hagoita adalah semacam raket berbahan kayu berbentuk persegi panjang dengan pegangan yang digunakan untuk bermain hanetsuki, permainan seperti bulu tangkis. Ini merupakan permainan yang dimainkan pada Tahun Baru untuk menyambut musim semi.

Image source : http://tadaimajp.com/

Tetapi Hagoita yang dijual di festival Hagoita Ichi tidak digunakan untuk bermain hanetsuki. Karena  hagoita yang sudah dihias dipercaya bisa menjadi jimat keberuntungan. Festival ini selalu ramai oleh pengunjung. Festival ini dimulai pukul 10:00 – 22:00 waktu setempat.

Oga Namahage Festival

31 Desember

Image source : http://japoland.pl/

Festival Oga Namahage merupakan sebuah acara yang diadakan sejak jaman dulu di Prefektur Akita. Pada festival yang diadakan di malam tahun baru ini, sekelompok pemuda desa menyamar sebagai dewa yang tampak aneh dan menyeramkan yang disebut Namahage dan menakuti anak-anak. Mereka akan mengenakan topeng besar dan jas hujan jerami sambil memegang pisau kayu dan ember lalu pergi mengunjungi rumah-rumah di malam hari, menari bersama sambil berteriak aneh. Tujuan festival ini adalah agar anak-anak selalu sehat dan bebas dari sial.

Okera-Mairi Festival

31 Desember

Image source : http://japonismo.com/

Festival Okera-Mairi yang diadakan pada tanggal 21 Desember malam ini berada di Kuil Yasaka-jinja, Kyoto. Di festival ini, pengunjung akan menyaksikan api pembakaran akar tanaman herbal dan lentera di 2 tempat yang berbeda di sekitar kuil. Tanaman herbal tersebut diyakini bisa membuang energi-energi jahat tahun sebelumnya, dan juga untuk memberkati agar berumur panjang. Nah, bara api sisa bakaran tersebut biasanya akan diambil untuk dibawa ke rumah.

H.I.S Tours & Travel memiliki 273 cabang di Jepang, yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada kamu. Serahkan perjalanan ke Jepang kamu pada H.I.S!

https://his-travel.co.id/

https://www.facebook.com/HISTravelIndonesia

Image source : http://pantip.com/

Sebarkan Artikel