Fakta Menarik Tentang Kimono dan Yukata
18-03-2020
HIS Travel
Fakta Menarik Tentang Kimono dan Yukata
Jepang
Sebarkan Artikel

Bagi banyak wisatawan mancanegara yang berwisata ke Jepang, jalan-jalan sambil mengenakan kimono atau yukata pasti menjadi salah satu kegiatan yang ada dalam rencana perjalanan. Bahkan para wisatawan mancanegara tersebut pun kemudian ingin membeli pakaian tradisional Jepang ini sebagai oleh-oleh untuk dibawa ke negara asal.

Akan tetapi, masih banyak sekali wisatawan mancanegara yang bingung membedakan kimono dan yukata. Mungkin Travel Mates adalah salah satu calon wisatawan yang juga sedang kebingungan atau ingin tahu lebih lanjut tentang kimono dan yukata. Jika iya, maka Travel Mates sedang membaca artikel yang tepat.

Untuk lebih mengenal kimono dan yukata, yuk simak 5 fakta menarik tentang kimono dan yukata yang akan dibahas di artikel ini!

1. Yukata dan Kimono dipakai untuk acara dan situasi yang berbeda.

Sumber: www.piqsels.com

Kimono pada umumnya terbuat dari bahan sutra dan memiliki warna yang lebih kuat ketimbang yukata. Hal ini membuat kimono memiliki harga yang mahal dan menjadikan pakaian ini sebagai pakaian yang dipakai untuk acara-acara resmi. Acara-acara resmi tersebut mulai dari upacara tradisional minum teh, upacara pernikahan, upacara kelulusan, hingga acara resmi kenegaraan.

Tingkat kehalusan bahan yang digunakan untuk membuat kimono pun dapat menunjukkan status sosial si pemakai. Semakin mahal bahan yang digunakan dan semakin elegan warna serta desain kimono, maka semakin tinggi pula status sosial orang yang memakai kimono tersebut.

Lalu, bagaimana dengan yukata?

Yukata adalah pakaian sejenis kimono yang lebih kasual. Berbeda dengan kimono yang terbuat dari kain sutra, yukata biasanya terbuat dari kain katun. Yukata pun memiliki warna yang lebih soft dan desain motif yang lebih simpel ketimbang kimono.

Bahan dasar katun membuat yukata menjadi lebih ringan dan mudah dipakai untuk bergerak secara bebas sehingga dapat dipakai untuk kegiatan sehari-hari. Selain itu, yukata juga dapat dipakai untuk tidur atau ketika selesai berendam di pemandian air panas.

Di Jepang, Travel Mates dapat menemukan dan membeli yukata di department store seperti Donkihote atau Aeon Mall dengan harga mulai dari 2,500 yen. Toko-toko kecil yang ada di Nakamise Dori juga menjual yukata loh. Namun apabila Travel Mates ingin membeli kimono, maka Travel Mates harus bersedia merogoh kocek hingga lebih dari 50,000 yen. Selain itu, Travel Mates juga harus pergi ke toko-toko resmi yang menjual kimono.

 

2. Jumlah kerah kimono dan yukata berbeda loh!

Jumlah kerah kimono dan yukata memang kurang diperhatikan namun sangat menarik untuk dipahami.

Sumber: pxhere.com

Kimono memiliki dua kerah karena ketika memakai kimono, ada dalaman yang harus dipakai. Dalaman tersebut dikenal dengan nama juban. Juban dipakai agar kimono tidak kotor karena keringat. Juban yang dipakai umumnya berwarna putih namun tidak jarang juga orang Jepang memakai juban dengan warna lain yang dianggap lebih cocok dengan warna kimono.

 

Sumber: pxhere.com

Yukata hanya memiliki satu kerah. Dikarenakan bahannya yang tipis dan tidak sulit untuk dicuci, maka tidak perlu memakai juban sebagai dalaman. Kerah yukata pun terlihat lebih kaku karena jenis bahannya sehingga lebih mudah diatur.

3. Perhatikan panjang lengan kimono dan yukata.

Sumber: en.wikipedia.org

Yukata memiliki satu jenis panjang lengan. Meskipun panjang lengan yukata bisa disesuaikan dengan panjang tangan pemakai, biasanya panjang lengan yukata hanya sebatas pergelangan tangan saja.

Berbeda dengan kimono yang memiliki beberapa jenis panjang lengan sesuai dengan jenis kelamin, usia, dan status pernikahan si pemakai. Kimono yang memiliki kain panjang tambahan di lengan dikenal dengan nama furisode. Furisode adalah jenis kimono yang dipakai wanita lajang untuk berbagai acara resmi seperti upacara minum teh atau upacara kelulusan.

Bagi para wanita yang sudah menikah maka jenis kimono yang dipakai bukan jenis furisode. Wanita yang sudah menikah memakai kimono yang tidak memiliki sambungan kain panjang. Kimono ini dikenal dengan nama tomesode. Tomesode juga dipakai untuk acara-acara resmi seperti pesta pernikahan atau upacara minum teh.

4. Kimono dan yukata dipakai di musim yang berbeda.

Setelah membaca 3 fakta unik di atas, Travel Mates pasti mulai bisa membayangkan perbedaan kimono dan yukata. Masih ada 2 fakta menarik lagi tentang kimono dan yukata yang harus Travel Mates ketahui.

 

Sumber: pexels.com

Selain harga, jumlah kerah, dan panjang lengan, kimono dan yukata dipakai di musim yang berbeda. Bahannya yang lebih tebal dan dipakai dengan dalaman, kimono lebih dipakai ketika musim dingin. Wanita Jepang pun senang memadupadankan kimono dengan syal putih berbulu untuk semakin menghangatkan badan ketika musim dingin. Namun, ada juga kimono yang dibuat untuk dipakai ketika musim panas.

Yukata yang lebih tipis dan terbuat dari bahan katun tentu saja sangat cocok dipakai untuk musim panas. Musim panas di Jepang sangat lembab dan panas sehingga kurang cocok untuk memakai kimono. Selain itu, musim panas di Jepang sangat identik dengan banyak festival musim panas dan festival kembang api, jadi banyak sekali wanita-wanita Jepang yang datang ke festival mengenakan yukata.

Travel Mates yang tertarik untuk melihat festival sambil mengenakan yukata di Jepang mungkin dapat merencanakan perjalanannya ketika musim panas.

5. Jangan sampai salah arah ketika memakai yukata.

 

Sumber: pexels.com

Memakai kimono cenderung sulit dan kompleks sehingga membutuhkan bantuan orang lain. Di Jepang, ada jasa yang menyediakan pelayanan pemasangan kimono. Mirip-mirip dengan di Indonesia apabila kita ingin memakai pakaian adat Indonesia yang sulit dipakai maka kita bisa pergi ke tempat penyewaan pakaian tradisional atau salon yang menyediakan jasa pakaian tradisional beserta tata riasnya.

Tetapi memakai yukata tidak terlalu rumit. Mayoritas orang Jepang bisa memakai yukata sendiri tanpa bantuan orang lain. Begitu pula dengan Travel Mates, ada banyak video tutorial memakai yukata yang dapat ditemukan di youtube maupun instagram. Yang perlu diperhatikan adalah arah memasang yukata.

Arah memasang yukata dapat dilihat dari bagian kerah. Pastikan kerah kiri berada di atas kerah kanan. Posisi terbalik dapat diartikan sebagai orang yang sudah meninggal. Jadi, pastikan pemasangannya sudah benar ya!
Semoga 5 fakta menarik tentang kimono dan yukata ini dapat membantu Travel Mates untuk lebih memahami lebih lanjut tentang kedua pakaian tradisional Jepang ini. Segera cek H.I.S. Travel Indonesia untuk promo travel ke Jepang dan rekomendasi hal-hal menarik yang dapat dilakukan di Jepang.

Sebarkan Artikel