Festival di Kansai pada Musim Dingin
16-12-2019
HIS Travel
Festival di Kansai pada Musim Dingin
Jepang
Sebarkan Artikel

Hallo, Travel Mates. Tidak terasa sudah dekat akhir tahun ya. Kalau kamu berencana untuk bepergian pada pengujung tahun ini, kamu harus simak informasi berikut ini. Topik yang akan dibahas kali ini adalah festival yang diadakan selama musim dingin di Jepang. Penasaran, kan? Yuk, langsung saja kita bahas.

 

1. Ako Gishisai

Travel Mates tau kan film 47 Ronin? Film tersebut berdasarkan kisah nyata yang terjadi dalam sejarah Jepang pada zaman dahulu. Kisah nya bercerita tentang 47 orang samurai yang berniat membalaskan dendam Tuan mereka yang bernama Asano Naganori. Beliau dikhianati oleh seorang hakim bernama Kira Yoshinaka sehingga harus melakukan seppuku. Setelah berencana selama bertahun-tahun, akhirnya 47 Samurai tersebut berhasil mengakhiri Kira Yoshinaka, dan semua samurai di dalamnya dengan lapang dada menerima hukuman dari negara dengan melakukan seppuku atau ritual bunuh diri. Festival ini dilakukan untuk menghormati loyalitas dari para samurai tersebut, dan termasuk salah satu festival yang terkesan lebih formal dan serius dibandingkan festival Jepang lainnya. Festial ini diadakan di beberapa kuil di Jepang pada tanggal 14 Desember, salah satunya adalah Kuil Bishamonten di Yamashina, Kyoto.

 

2. Seijinshiki

 

Di Jepang ada festival tersendiri untuk menandai remaja-remaja Jepang yang beranjak dewasa yang dinamakan Seijinshiki. Pada festival ini, remaja-remaja yang telah berumur 20 tahun pada tahun tersebut boleh mengikuti upacara kedewasaan yang dihadiri langsung oleh pemerintah daerah setempat. Para peserta mengenakan biasanya kimono dan berkumpul di balai kota untuk mendengarkan pidato dan wejangan dari kepala daerah masing-masing. Festival ini diadakan di banyak daerah, khususnya kota-kota besar di Jepang.

 

3. Setsubun

Setsubun biasa disebut juga dengan festival Mamemaki atau festival melempar kacang. Hal ini karena pada festival ini, kegiatan yang dilakukan adalah melemparkan kacang, hal ini dipercaya bisa mengusir keburukan dan kesialan yang pada festival ini dilambangkan dengan oni atau monster yang ada dalam legenda-legenda dalam cerita Jepang. Sambil melempar kacang ke pintu rumah dan anggota keluarga, biasanya peserta festival ikut berteriak “Oni wa soto, Fuku wa uchi!” yang artinya “Setan keluar, dan datanglah keberuntungan!”. Pelempar kacang biasanya seorang laki-laki dari keluarga masing-masing yang memiliki Shio yang sama dengan tahun pelaksanaan Setsubun. Jika tidak ada yang memiliki Shio yang sama, maka kepala keluarga lah yang akan melakukannya. Setsubun diadakan sebagai penanda selesai nya musim dingin dan datangnya musim semi, dan diadakan pada awal Februari biasanya pada tanggal 3 Februari. Salah satu tempat diadakannya festival ini adalah Kuil Shogo-In dan Kuil Yoshida di Kyoto, Jepang.

 

4. Miyajima Oyster Festival

Meskipun bukan festival yang sangat terkenal, festival ini cukup digemari oleh pengunjung terutama dari pengunjung domestik lho. Festival ini diadakan di Hiroshima, tepatnya di dekat pelabuhan Miyajima. Hiroshima sangat terkenal akan produksi tiram nya untuk bahan konsumsi, dan banyak sumber yang menyatakan bahwa lezatnya tiram Hiroshima adalah yang terbaik di Jepang. Pada festival ini, banyak sekali tiram yang dijual murah mulai dari harga 100 JPY, dan dijual dalam berbagai macam hidangan. Ada yang menjual dengan digoreng, dibakar, bahkan ada yang dibuat okonomiyaki. Ada juga yang menjualnya dalam kondisi masih mentah supaya bisa direbus dalam onabe dan disajikan bersama keluarga di rumah. Nah, Festival ini diadakan sekitar dua hari pada awal bulan februari.

 

5. Oto Matsuri

Oto Matsuri termasuk salah satu festival api terbesar yang diselenggarakan di Jepang. Festival ini merupakan ritual penyucian dengan do’a dan permohonan yang dilakukan di Kuil Kamikura, Wakayama untuk mendapatkan hasil panen yang baik dan berlimpah pada tahun tersebut. Oto Matsuri diikuti kurang lebih sebanyak 2000 orang pria berpakaian putih membawa obor yang dinyalakan menggunakan api suci yang berasal dari Kuil Kamikura dan turun sampai ke kaki gunung. Festival ini masih diadakan dan dijaga dengan sangat baik oleh orang Jepang. Bahkan festival ini termasuk salah satu festival yang tidak berubah dari waktu ke waktu. Beberapa peraturan pun masih sangat dipatuhi dan dijaga. Salah satunya adalah selama festival berlangsung, wanita tidak diperbolehkan berada di daerah kuil sama sekali, tapi diperbolehkan menonton sepanjang jalan dari bukit sampai ke kaki gunung. Festival ini hanya diadakan di Wakayama, biasanya pada tanggal 6 Februari.

 

Seru kan, Travel Mates? Kalau kamu tertarik untuk datang ke Jepang pas musim dingin, pastiin kamu ikutin festival-festival nya ya. Jangan sampai ketinggalan kesempatan untuk melihat secara langsung budaya-budaya Jepang lewat Matsuri. Kalau kamu ingin lebih praktis untuk akses daerah-daerah yang ada di Barat Jepang tersebut, kamu bisa pakai JR West Pass, mulai dari Kansai-Hiroshima Area Pass ya. Untuk informasi yang lebih detail, kamu juga bisa akses langsung website nya, di sini. Jalan-jalan ke Jepang, yuk.

Sebarkan Artikel