Ke Taiwan saat Musim Dingin? Yuk Kunjungi Festival Dongzhi di Bulan Desember!
27-12-2019
HIS Travel
Ke Taiwan saat Musim Dingin? Yuk Kunjungi Festival Dongzhi di Bulan Desember!
City Travel
Sebarkan Artikel

Taiwan merupakan salah satu negara di Asia yang memiliki empat musim. Seperti halnya negara empat musim lainnya, setiap musim selalu memiliki perayaan. Salah satunya adalah perayaan pada musim dingin.

Musim dingin di Taiwan berlangsung sekitar bulan November hingga Maret. Meski dikatakan musim dingin, namun di Taiwan tidak turun salju. Hanya suhunya saja yang turun.

Meski begitu, tak mengurangi keseruan berkunjung dan berwisata di Taiwan. Apalagi, saat musim dingin diadakan Festival Dongzhi. Pada tahun 2019 ini, Festival Dongzhi dilaksanakan pada tanggal 22 Desember.

Pernah mengunjungi Festival Dongzhi? Jika belum, yuk intip keseruan Festival ini!

Apa itu Festival Dongzhi?

Image source: Pinterest

Taiwan menjadi salah satu negara di Asia Timur yang juga merayakan Festival Dongzhi. Festival ini sendiri merupakan festival yang diadakan untuk menyambut datangnya musim dingin.

Festival Dongzhi sudah diadakan selama ribuan tahun, dan kerap kali disebut sebagai Winter Solstice festival. Hal ini dikarenakan pada saat itu matahari berada pada titik lemahnya. Dimana menjadikan malam hari lebih panjang daripada waktu siang hari.

Pada festival ini, masyarakat Taiwan akan merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga serta membuat tang yuan. Tang yuan adalah makanan khas festival yang terbuat dari tepung ketan dan di dalamnya berisi kuah gula dan jahe, bentuknya pun bulat kecil dan berwarna – warni. Sekilas makanan ini mirip klepon di Indonesia tanpa parutan kelapa, atau bulatan isian di wedang ronde.

Kebiasaan masyarakat saat Festival Dongzhi, sebelum memakan tang yuan mereka akan mempersembahkan tang yuan kepada leluhur terlebih dahulu. Cara mempersembahkannya yaitu dengan menempelkannya di pintu, meja, lemari, jendela, hingga kandang hewan peliharaan. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan kepada dewa. Dan tang yuan yang telah diberkati dipercaya menjadi jimat pelindung dari makhluk jahat.

Festival Dongzhi di Indonesia

 

Image source: asianinspirations

Tidak hanya masyarakat Asia Timur yang merayakan Festival Dongzhi. Masyarakat Tiongkok yang tersebar di seluruh dunia pun merayakan festival ini, termasuk juga masyarakat Tiongkok di Indonesia.

Pada perayaan Dongzhi, masyarakat Tiongkok Indonesia tidak menyajikan tang yuan, melainkan wedang ronde. Setelah menyelesaikan sembahyang, keluarga akan membakar kertas sembahyang kemudian menyulut petasan.

Setelah itu, mereka akan menempel satu atau dua butir ronde di tempat – tempat yang dianggap dihuni roh pelindung, misalnya pada pintu utama, daun jendela, pembaringan, sumur, lemari, meja, dan kursi. Kegiatan ini dilakukan sambil berdo’a supaya anak cucu dilimpahi keberkahan dan perlindungan.

Hal Tabu yang Harus Dihindari saat Perayaan Festival Dongzhi

Meskipun Festival Dongzhi merupakan festival yang gembira, namun ada saja hal tabu yang dipercaya masyarakat dan harus dihindari. Apa saja itu? Berikut hal tabu yang harus dihindari saat perayaan Festival Dongzhi:

  1. Wanita yang Sudah Menikah tidak boleh Pergi ke Rumah Ibunya

Dalam kepercayaan masyarakat, wanita yang sudah menikah tidak diperbolehkan pergi ke rumah ibunya. Mereka menganggap hal ini akan membawa kemalangan pada sang mertua.

Namun, pada dasarnya maksud dari larangan ini bukan untuk menjauhkan anak perempuan dari ibunya, melainkan ada tujuan baik. Ketika Festival Dongzhi tiba, adalah saat Taiwan mengalami musim dingin. Ketakutan bahwa mertua akan sendirian di rumah dan menderita kedinginan karena tidak ada yang merawat selama musim dingin. Inilah ketakutan yang sebenarnya ditakutkan oleh masyarakat.

  1. Jangan Makan Tang Yuan dalam Jumlah Ganjil

Festival Dongzhi adalah saat dimana banyak sekali Tang Yuan yang dapat dinikmati. Namun, jangan sekali – kali memakan tang yuan dalam jumlah ganjil. Makan tang yuan menandakan reuni dan umur yang panjang. Kue tradisonal merah dan putih juga dapat menaikkan popularitas dan pernikahan.

Namun, jangan pernah memakan tang yuan dalam jumlah ganjil. Makanlah dalam jumlah genap. Dimana memakan tang yuan dalam jumlah genap akan mendapatkan keberuntungan dan keiginan tercapai.

  1. Jangan Begadang saat Festival Dongzhi

Meskipun sedang melaksanakan liburan, namun jangan pernah begadang saat Festival Dongzhi. Hal ini dikarenakan saat tersebut suhu lebih dingin dan lebih berawan. Semakin malam, energi Yang orang menjadi sangat lemah, dan energi Yin sangat banyak.

Jika begadang pada malam Dongzhi, mereka cenderung menjadi lemah dan rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, sangat tidak disarankan untuk begadang. Tentu tidak menyenangkan jika terserang sakit saat festival berlangsung.

  1. Dongzhi adalah Festival Hantu

Dikisahkan seorang pepatah kuno, tentang seorang pemandu feng shui tua yang berkata, “Ketika Dongzhi datang, para dewa pergi dan para hantu datang.” Hal ini berarti bahwa orang yang dapat memberikan persembahan kepada leluhur dan hantu saat Dongzhi berdoa untuk menghapus penyakit dan pengurangan kelaparan.

Selain itu, malam saat Dongzhi sangat panjang sehingga energi Yin menjadi sangat berat. Bahkan, di China bagian utara, menggambarkan Festival Dongzhi sebagai “Nyanyian Hantu – Hantu”. Bahkan, mereka memiliki kebiasaan membakar kertas joss, sehingga dikenal sebagai “Festival Hantu”.

Menarik, bukan? Untuk kamu yang belum menetapkan liburan di akhir tahun ini, kamu bisa memilih Taiwan sebagai negara tujuannya. Dan jangan lupa ajak H.I.S Travel untuk menemani liburanmu supaya lebih berkesan.

 

Sebarkan Artikel