Mari Nikmati Kuliner Khas Tottori Sebelum Menyambut Musim Semi
07-02-2020
HIS Travel
Mari Nikmati Kuliner Khas Tottori Sebelum Menyambut Musim Semi
Food
Sebarkan Artikel

Di pengujung musim dingin di Jepang, masih banyak hal yang bisa kita nikmati sebelum akhirnya masuk ke musim semi, loh. Beberapa tempat di Jepang menyiapkan sajian penutup untuk mengakhiri musim dingin dengan kuliner lezat dan beberapa dapat menghangatkan tubuh di dinginnya akhir musim ini. Salah satu tempat yang menyediakan sajian penutup, yaitu daerah Tottori di bagian utara Kansai. Tottori jarang diketahui oleh wisatawan yang datang ke Jepang pada umumnya. Namun bukan berarti tempat ini tidak memiliki daya tarik wisata, justru tempat ini menyimpan berbagai santapan yang seharusnya didatangi oleh banyak pengunjung ke Jepang. Nah, langsung kita check aja yuk, apa saja sih hidangan yang disajikan di daerah Tottori ini.

 

1. Matsuba Gani

Ciri khas Tottori pada saat musim dingin adalah melimpahnya produk hasil tangkapan laut, dan ketika seseorang berkata tangkapan laut dari Tottori, hal yang pertama terpikir adalah Kepiting. Jenis kepiting yang terkenal dari daerah Tottori adalah Snow Crab atau Matsuba Gani. Kepiting ini hanya dipanen pada musim dingin, untuk menjaga supaya populasinya tidak habis karena popularitasnya sebagai makanan lezat daerah Tottori. Matsuba gani memiliki kaki yang panjang penuh terisi daging kepiting dan daging dengan rasa yang lebih khas dibandingkan jenis kepiting lain. Daging dari kepiting ini juga bisa dikatakan lebih berserat dibandingkan daging kepiting lain. Biasanya dinikmati dengan cara direbus dan dimakan segar atau mentah. Meski dengan kualitas yang tinggi, matsuba gani dijual dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan jenis lain seperti King Crab dari daerah Hokkaido.

 

2. Udang Mosaebi

Daerah Tottori memang terkenal dengan produksi tangkapan laut. Selain tangkapan utama musim dingin yaitu kepiting, ada juga jenis udang khas Tottori bernama Mosaebi yang sama-sama ditangkap pada musim dingin. Bagi orang yang berada di luar daerah, jenis udang satu ini jarang diketahui karena udang ini sulit sekali untuk didistribusikan ke daerah lain. Kesegaran udang ini hanya bertahan sekian jam saja setelah naik ke daratan Tottori, sehingga harus langsung disajikan di tempat penangkapan. Meskipun tampilan udang ini kurang menarik, jenis ini memiliki rasa daging yang kuat dan lebih manis dibandingkan jenis udang pada umumnya. Tekstur daging nya pun lebih tebal dan sangat cocok jika dijadikan rebusan pada masakan Nabe.

 

3. Tofu

 

Daerah Tottori memang sangat terkenal dengan kuliner berbahan dasar laut, namun bukan berarti kuliner Tottori berhenti di situ saja. Salah satu kuliner khas Tottori lainnya meliputi varian dari tofu. Banyak sekali cara pengolahan tofu yang berbeda dengan daerah Jepang lainnya, namun yang paling menarik merupakan Tofu Chikuwa dan Komo Tofu. Jika Chikuwa biasanya dibuat dari pasta ikan saja, Tofu Chikuwa dibuat dari perpaduan pasta ikan dan tofu dengan perbandingan 3:7 pada umumnya. Rasa dan tekstur yang dihasilkan dari makanan ini lebih unik dibandingkan dengan chikuwa pada umumnya, dan sering dinikmati langsung atau menggunakan campuran kecap-jahe sebagai camilan. Selain itu ada Komo Tofu, yaitu tofu yang berbentuk memanjang, biasanya berisi sayur dan dibuat dengan cara direbus atau dikukus menggunakan bungkusan yang terbuat dari anyaman jerami (komo).

 

4. Itadaki

 

Makanan lainnya yang terkenal dari daerah Tottori adalah Itadaki. Makanan ini mirip sekali dengan Inari sushi, yaitu makanan yang juga berbahan tofu. Itadaki berisi nasi yang dicampur dengan sayuran yang dimasak menggunakan kaldu atau dashi khas Jepang, kemudian dibalut menggunakan tofu dan berukuran cukup besar jika dibandingkan dengan Inari sushi. Selain ukuran dan rasa, cara penyajian pun berbeda. Itadaki merupakan makanan yang biasanya dibawa oleh para petani dan nelayan dari daerah Tottori untuk mengurangi pemborosan beras pada zaman dahulu.

 

5. 20th Century Pear 

Dasar penamaan buah ini adalah waktu ketika pertama kali buah ini dibudidayakan dari pir liar pada awal abad ke-20. Buah ini bernama Pyrus pyrifolia dan merupakan salah satu buah pir asal Asia yang terkenal akan rasa manis, ukuran yang lebih besar dan daging buah yang memiliki tekstur crunchy pada saat dimakan. Budidaya buah ini dilakukan dengan cara tradisional dan dirawat langsung oleh tangan manusia dari proses penumbuhan dan perawatan buahnya. Mengesampingkan obat kimia, lalu proses penyerbukan yang dibantu oleh pekerja, kemudian dibungkus menggunakan kantung kertas supaya terhindar dari hama dan hal-hal yang bisa menurunkan kualitas buahnya. Buah khas Tottori ini juga memiliki warna unik yang menggugah selera, dengan warna hijau segar kekuningan berbeda dengan warna buah pir sejenis pada umumnya yaitu kuning pucat.

 

Gimana nih, Travel Mates? Mulai lapar kan membayangkan makanan yang lezat khas daerah Tottori. Prefektur Tottori masih punya banyak jenis makanan yang bisa kamu santap, lho. Kalau kamu tertarik untuk datang ke Tottori, pastikan kamu punya akses yang mudah dan lebih hemat. Nah, untuk memudahkan kamu selama perjalanan, kamu bisa menggunakan salah satu produk JR West Area Pass, mulai dari Kansai WIDE Area Pass. Untuk informasi yang lebih lengkap, kamu juga bisa kunjungi situs nya, di sini. Ceritakan juga pengalaman kamu kalau berkunjung ke Tottori di kolom komentar, ya. Yuk, jalan-jalan ke Barat Jepang!

Sebarkan Artikel