Cara Mengenali Makanan Non Halal Jepang Saat Sedang Berwisata
20-10-2019
HIS Travel
Cara Mengenali Makanan Non Halal Jepang Saat Sedang Berwisata
Info Muslim
Sebarkan Artikel

Berwisata ke Jepang merupakan kesempatan yang bagus untuk menambah wawasan kita mengenai budaya setempat. Selain itu, berburu kuliner juga menjadi aktivitas wajib. Terlebih, setelah mengetahui tentang nikmatnya citarasa makanan yang ada di Jepang.

Ketika sedang berwisata di Jepang, sebagai seorang muslim sudah selayaknya bagi kita untuk memperhatikan makanan yang akan kita konsumsi. Namun kendala bahasa memang menjadi hal paling utama sulitnya memilah makanan halal di negeri sakura tersebut.

Meskipun demikian, sebenarnya ada beberapa cara simple sebenarnya untuk mengenali makanan non Halal Jepang. Untuk menghindari bahan-bahan makanan yang “terlarang”, salah satu cara yang paling baik adalah dengan menghafal huruf-huruf Jepang yang berkaitan dengan bahan makanan yang disebutkan diatas.

Agar saat sedang berwisata ke Jepang nanti Anda tidak lagi merasa ragu dalam memilih makanan yang halal ketika berada di Jepang, berikut H.I.S Travel Indonesia hadirkan beberapa kanji sederhana yang sangat mudah dihafalkan bagi Anda yang ingin berwisata ke Jepang.

Yuk, kita simak bersama huruf-huruf kanji yang mempermudah kita untuk mengenali makanan non halal Jepang! Selamat menyimak ya, Travel Mates!

 

1. Sake (酒) dan Alkohol (アルコール)

image source : https://www.cookly.me/

Tulisn kanji yang satu ini 「酒」 dibaca dengan “sake” dan huruf katakana ini 「アルコール」 dibaca alkohol. Bagi Anda yang menemukan kedua huruf tersebut pada kemasan yang ingin dibeli, maka sudah dipastikan makanan atau minuman tersebut telah mengandung alkohol, meskipun kandungan alkohol yang terdapat pada makanan tersebut tidak berasal dari pemberian secara langsung.

Hal tersebut terjadi karena seperti yang kita ketahui bersama, alkohol bisa saja tercampur ketika proses pemberian bumbu lain seperti shoyu dan juga sake merah. Selain itu juga Anda harus selalu memastikannya lagi pada komposisi bahan makanan yang tercantum pada kemasan makanan tersebut.

Kebanyakan alkohol juga biasanya ditemukan dalam bentuk minuman dan sake, yag merupakan minuman hasil fermentasi beras yang umumnya dijadikan sebagai bahan ‘penambah’ maupun ‘penguat’ rasa. Meskipun enak, jangan sampai terlena ya! Wajib loh untuk wisatawan muslim mengenali makanan non halal Jepang yang satu ini!

 

2. Babi ()

image source : https://www.globalmeatnews.com/

Huruf kanji selanjutnya yang harus diketahui adalah 「豚」 yang dibaca dengan buta dan mempunyai arti babi. Selain itu juga, apabila Anda menemukan kanji 「豚肉」 yang dibaca dengan butaniku, berarti makanan itu mengandung daging babi. Jadi Anda harus selalu teliti ketika membaca komposisi bahan-bahan yang ada dalam makanan dan mencari-cari kedua kanji ini agar tidak salah konsumsi.

Namun yang menjadi masalah adalah, pada umumnya snack, mie, serta makanan manis lainnya di Jepang kebanyakan sudah dibubuhi dengan daging dan lemak babi. Sehingga, lebih baik membaca komposisi makanan terlebih dahulu dengan teliti sebelum membelinya. Dengan begitu Anda bisa berbelanja dengan perasaan tenang.

Bukan hanya itu saja, daging ayam dan sapi juga bisa dikatakan halal apabila disembelih sesuai dengan syariat agama Islam. Namun kembali lagi, mayoritas dari penduduk di Jepang bukan beragama Islam.

Oleh sebab itu, untuk para wisatawan muslim yang ada di Jepang dianjurkan untuk menghindari masakan-masakan yang berbentuk daging, olahan dan juga perisa makanan yang berbahan dasar hewan-hewan yang disebutkan diatas, dan lebih memahami serta mengingat huruf-huruf kanji, yang dapat mempermudah Anda dalam mengenali makanan non Halal Jepang yang satu ini.

 

3.Mirin (味醂)

image source : https://www.justonecookbook.com/

Selanjutnya ada kanji 「味醂」 yang dibaca mirin, Mirin merupakan salah satu bumbu khas Jepang yang ada kandungan alkoholnya. Rasa dari Mirin sendiri cenderung manis dan berwarna kekuningan. Selain itu juga ternyata Mirin memiliki kandungan alkohol sekitar 14 persen.

Masyarakat Jepang sendiri pada umumnya sering menggunakan mirin menjadi campuran makanan yang direbus dan juga saus khas dari negeri sakura tersebut. Apabila Anda punya rencana untuk membeli makanan instan Jepang, jangan lupa untuk selalu memastikan keberadaan mirin, dengan terlebih dahulu memeriksa huruf kanji yang mempermudah Anda dalam mengenali makanan non halal Jepang ya!

Sebab, di negeri aslinya, posisi Mirin sebenarnya hampir sama dengan sake, namun biasanya masyarakat Jepang menggunakan mirin sebagai campuran dalam makanan yang disajikan, seperti misalnya sushi dan sashimi.

Olahan laut seperti sushi dan sashimi merupakan makanan halal untuk dimakan, tetapi apabila sudah dicampurkan dengan jenis alkohol apa saja akan menjadi tidak halal lagi kan? Oleh karenanya, yuk hafal kanji yang barusan! Mempermudah Anda untuk mengenali makanan non halal Jepang loh!

 

4.Shoyu (醤油)

image source : https://www.takaski.com/

 

Untuk bahan pelengkap makanan yang satu ini masih banyak sekali orang yang awam tentangnya. Shoyu merupakan bahan makanan yang sering sekali tidak diperhatikan dari daftar bahan makanan non halal, hal ini tentu saja karena masih sedikit sekali yang tahu bahwa shoyu atau kecap asing Jepang bisa jadi juga mengandung alkohol, Shoyu biasanya dibuat dari kedelai, gandum, garam yang sudah difermentasi dan terkadang ditambahkan alkohol.

Saat Anda akan membeli shoyu, selalu pastikan dulu komposisinya. Apakah ada kandungan alkohol atau tidak. Namun, apabila masih merasa ragu, sebaiknya untuk membeli shoyu yang memang sudah mempunyai label halal saja ya! Mengenali makanan non halal Jepang memang tidak sesulit yang dibayangkan kan?

 

Nah, itulah tadi beberapa jenis makanan beserta huruf kanji, yang dapat mempermudah Anda dalam mengenali makanan non halal Jepang. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Travel Mates, sampai jumpa di momen liburan bersama H.I.S Travel Indonesia nanti ya!

 

Mau tiket Gratis Ke Jepang? Yuk Wujudkan impian kamu bersama H.I.S. Travel Indonesia. Ikuti Follow To Win Japan untuk menangkan tiket Gratis liburan ke Jepang. Klik dibawah ini untuk informasi selengkapnya :

image source : https://linktr.ee/histravelindonesia

 

Sebarkan Artikel