Perbedaan Duty Free dan Tax Free di Jepang
20-03-2019
HIS Travel
Perbedaan Duty Free dan Tax Free di Jepang
Jepang
Sebarkan Artikel

Pernah dengar sistem pembebasan pajak di Jepang? Sebagian dari kalian mungkin merasa nggak asing dengan sistem ini. Jadi, sebenarnya ada dua jenis pembebasan pajak di Jepang, yaitu Duty Free dan Tax Free. Keduanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan jelas memiliki perbedaan walaupun sama-sama bebas pajak.

Duty Free (bebas-bea) berarti kamu terbebas dari pajak pemerintah, sedangkan Tax Free (bebas-pajak) berarti kamu terbebas dari pajak konsumsi. Antara Duty Free dan Tax Free memang nggak terlalu terlihat bedanya dimana, namun di beberapa situasi keduanya cenderung sangat berbeda.

Perlu kamu ketahui, ada dua jenis barang yang dikenai bebas pajak di Jepang, yaitu:

  1. Produk konsumsi seperti makanan, minuman, obat-obatan, make-up, rokok, dan alkohol.
  2. Barang umum seperti perhiasan, laptop, baju, sepatu, peralatan rumah tangga, dan semacamnya.

Sekarang mari kita bahas satu persatu mengenai Duty Free dan Tax Free, perhatikan baik-baik ya!

 

1. Duty Free di Jepang

image source : http://www.dfsa.jp/

Kamu akan sering menemukan label “Duty-Free Shop” di sekitar bandara atau area keberangkatan Internasional lainnya. Targetnya memang para wisatawan Internasional yang nggak berniat untuk menetap di Jepang, atau para wisatawan yang akan kembali ke negara asalnya dalam beberapa waktu kemudian. Barang-barang yang dijual di “Duty-Free Shop” biasanya berupa produk impor dan kamu nggak perlu membayar pajak dari produk impor yang kamu beli lho!

Kelebihan:

  • Kamu akan dibebaskan dari pajak bea 8%, mulai dari alkohol, rokok, barang elektronik, makanan, minuman, sampai pakaian impor bermerek.
  • Lebih praktis membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah
  • Tidak membutuhkan prosedur khusus
  • Tidak terdapat batasan pembelian

Kekurangan:

  • Beberapa barang mematok harga sedikit lebih mahal dari toko biasa

Kesimpulannya, jika kamu nggak punya banyak waktu untuk berbelanja atau ternyata barang yang kamu beli cuma sedikit, mampir aja ke “Duty-Free Shop”.

 

2. Tax Free di Jepang

image source : https://www.fasola.jp/

Kali ini toko yang memasang label “Tax-Free Shop” nggak cuma ada di bandara saja, tapi berlaku di setiap swalayan atau minimarket walaupun di sana nggak ada label Tax Free. Lebih jelasnya, kamu bisa melihat beberapa barang yang mencantumkan dua harga di pricetag-nya, yaitu harga sebelum pajak dan harga setelah pajak.

Alangkah lebih baiknya, kalau mau belanja dalam jumlah banyak di Jepang, belanja aja di gerai yang memiliki label “Tax-Free Shop”. Nanti, kamu akan mendapat pengembalian (refund) pajak konsumsi dari semua produk yang kamu beli.

Kelebihan:

  • Cocok untuk kamu yang membeli oleh-oleh dalam jumlah banyak dan dengan jenis yang beragam.

Kekurangan:

  • Harus mengikuti serangkaian prosedur yang ketat dan agak rumit
  • Ada beberapa barang yang nggak boleh dipakai selama masih di Jepang
  • Tax Free nggak termasuk produk rokok dan alkohol
  • Ada batasan pembelian yaitu 500,000 Yen
  • Banyak persyaratan yang harus kamu penuhi untuk mendapatkan refund atau pengembalian pajak

Perhatikan dengan seksama penjelasan mengenai Tax Free di Jepang berikut ini!

  1. Harga minimal belanja yaitu 5,000 Yen dan maksimal 500,000 Yen (belum termasuk pajak)
  2. Kamu bisa membeli produk konsumsi di satu toko pada hari yang sama (dengan syarat harga pada poin 1) lalu mengemasnya. Dilarang memakai produk konsumsi selama di Jepang. Pastikan kamu meninggalkan Jepang dan membawa produk konsumsi yang kamu beli ke luar Jepang dalam jangka waktu 30 hari dari tanggal pembelian.
  3. Kamu bisa memakai barang-barang umum yang kamu beli di Jepang. Namun, kamu harus segera membawa barang-barang tersebut ke luar Jepang dalam jangka waktu 60 hari. Selambat-lambatnya 6 bulan terhitung dari kamu memasuki Jepang.
  4. Kamu juga bisa mengombinasikan atau menjadikan satu kedua jenis barang tersebut, tapi kamu sama sekali nggak boleh memakainya selama di Jepang karena barang-barang yang kamu beli tadi terhitung produk konsumsi. Jika nekat memakainya, maka Tax Free nggak akan berlaku.

Selanjutnya, kamu juga harus mengetahui terlebih dahulu prosedur pembebasan pajak di hari pembelian. Umumnya ada dua jenis prosedur, kamu bisa sesuaikan dengan kondisi saat kamu membeli.

Ketika kamu membeli barang-barang yang termasuk pajak konsumsi:

  • Setelah melakukan pembelian, datangi konter layanan bebas pajak. Tunjukkan barang-barang yang kamu beli, paspor, bon, dan kartu kredit (apabila kamu ingin menggunakannya)
  • Menandatangani Surat Pernyataan Ikatan Jual Beli
  • Menerima Bukti Pembelian
  • Pajak yang sudah kamu bayar akan dikembalikan secara tunai atau disetor ke kartu kredit yang digunakan (mungkin ada biaya proses kirim)
  • Ketika kamu ke luar dari Jepang, serahkan Bukti Pembelian ke pabean

Ketika kamu membeli barang-barang yang tidak termasuk pajak konsumsi

  • Setelah melakukan pembelian di “Tax-Free Shop”, tunjukkan paspor lalu bayar sesuai dengan harga barang yang tidak termasuk pajak konsumsi
  • Menandatangani Surat Pernyataan Ikatan Jual Beli
  • Menerima Bukti Pembelian
  • Ketika kamu ke luar dari Jepang, serahkan Bukti Pembelian ke pabean

 

Lalu, kesimpulannya yaitu Duty Free cenderung menggunakan prosedur yang lebih mudah dan sama sekali nggak memusingkan dari pada Tax Free. Kamu cukup datang ke toko berlabel “Duty Free” maka kamu nggak perlu membayar pajak dari barang-barang yang kamu beli. Sedangkan untuk Tax Free kamu harus memenuhi persyaratan terlebih dahulu, baru setelahnya menjalani serangkaian prosedur yang agak rumit.

Carilah solusi yang menurutmu efisien dan efektif ketika berlibur ke negara manapun, termasuk Jepang. Semoga artikel tentang perbedaan Duty Free dan Tax Free di Jepang dari H.I.S Travel Indonesia tadi bermanfaat ya!

 

Ingin berlibur ke Jepang di moment liburan selanjutnya? Konsultasikan rencana liburan Anda bersama kami yuk! Segalanya pasti akan terasa lebih mudah dan menyenangkan!

Sebarkan Artikel