Asal-Usul Dan Serba-Serbi Momen Hanami Yang Perlu Kamu Ketahui
09-03-2020
HIS Travel
Asal-Usul Dan Serba-Serbi Momen Hanami Yang Perlu Kamu Ketahui
Tips
Sebarkan Artikel

Apakah kamu pernah dengar tentang momen hanami? Bagi kamu yang suka mempelajari kebudayaan Jepang pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah yang satu ini. Hanami berasal dari ungkapan hana wo miru yang berarti ‘melihat bunga’.

Dari ungkapan tersebut dapat dipahami bahwa hanami adalah kegiatan menikmati keindahan bunga-bunga yang sedang bermekaran pada musim semi. Hanami selalu identik dengan bunga sakura karena bagi orang Jepang mekarnya bunga sakura merupakan lambang kebahagiaan musim semi.

Ketika orang-orang Jepang melihat bunga sakura sudah bermekaran, mereka akan melihat itu sebagai pertanda bahwa hari-hari yang panjang di musim dingin akan segera berakhir. Oleh karena itu, orang-orang Jepang akan menyambutnya dengan menghabiskan waktu di momen hanami.

Istilah hanami juga dapat berarti ‘piknik’ karena cara orang-orang menikmati keindahan bunga sakura ini sama seperti halnya piknik, dengan menggelar tikar dan menyantap berbagai macam makanan yang mereka bawa. Hanami biasanya selalu dilakukan beramai-ramai di tempat yang sudah ditentukan.

Pada umumnya, momen hanami dilakukan di tempat-tempat terbuka yang luas dan terdapat banyak pohon yang sedang berbunga, seperti taman, gunung, dan tempat-tempat wisata. Mereka akan bersukacita bersama dengan menikmati indahnya bunga sakura yang bermekaran untuk menyambut datangnya musim semi. Menyenangkan hati adalah salah satu alasan mengapa tradisi ini selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat Jepang di setiap tahunnya. Untuk memahami momen hanami lebih dalam, berikut ini akan H.I.S Travel Indonesia jelaskan tentang asal-usul dan serba-serbi momen hanami yang perlu kamu ketahui. Selamat menyimak ya, Travel Mates!

 

Mengenal Asal-Usul Momen Hanami

image source : https://japanese-school-asahi.com/

Tradisi hanami tenyata sudah ada sejak zaman dahulu dan diwariskan dari generasi ke kegerasi. Ada dua versi cerita yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul tradisi ini. Versi pertama adalah hanami dilakukan berdasar dari ajaran agama Buddha. Sejak zaman dahulu, para petani Jepang sudah memliki metode untuk menetapkan waktu menebar benih dan memprediksi hasil panen yang akan di dapat, yakni dengan memeperhatikan bagaimana bunga sakura mekar.

Versi cerita yang kedua adalah tradisi hanami zaman dahulu sama seperti tradisi hanami yang dilakukan pada masa kini, yakni berbentuk perayaan sukacita dengan pesta makan bersama. Tradisi ini berawal dari kalangan bangsawan. Di zaman Nara (710-794), para bangsawan Jepang sudah memulai tradisi untuk menikmati keindahan bunga plum yang sedang bermekaran.

Akan tetapi, pada zaman Heian (794-1185), kepopuleran bungan plum mulai meredup dan digantikan dengan bunga sakura. Ada sebuah kisah juga tentang kaisar Saga, kaisar pada zaman ini yang sangat gemar mengadakan tradisi hanami di Istana Imperial Kyoto.

Versi cerita yang kedua ini juga diperkuat melalui beberapa referensi buku catatan kuno Jepang. Pada buku kumpulan puisi “Manyoshu” contohya, buku yang dipublikasikan pada tahun 783 ini banyak sekali memuat puisi-puisi klasik Jepang bertemakan bunga. Tampaknya pada masa buku ini dipublikasikan, bunga plum masih menjadi primadona masyarakat Jepang karena puisi tentang bunga plum cukup banyak ditemukan.

Selain buku kumpulan puisi “Manyoshu”, ada juga buku “Kokin Wakashu” dan “Genji Monogatari” yang memuat tentang hanami. Di dalam kedua buku ini sudah terdapat kisah-kisah yang menggambarkan tentang tradisi hanami di bawah pohon sakura. Berdasarkan dari beberapa referensi itulah, hanami dipahami secara luas sebagai kegiatan mengagumi bunga.

Pada awalnya, tradisi hanami hanya dilakuan oleh kaum bangsawan. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, tradisi ini mulai menyebar di kalangan masyarakat samurai. Pada zaman Edo, tradisi ini sudah menyebar ke kalangan masyarakat biasa. Pada masa kini, hanami masih menjadi tradisi tahunan favorit masyarakat Jepang, ketika musim semi telah tiba.   

 

Waktu Yang Tepat Untuk Menikmati Momen Hanami

image source : https://www.flickr.com/photos/96008845@N04/33994023630/

Bunga sakura memang tidak mekar di sepanjang tahun, musim mekar bunga ini pun sering berubah-ubah setiap tahunnya, sesuai dengan keadaan iklim di Jepang. Prediksi waktu yang cocok untuk hanami adalah pada akhir bulan Maret hingga pertengahan April atau awal Mei.

Bunga sakura akan bermekaran secara bertahap, bermula dari daerah selatan yang bersuhu udara hangat tepatnya di pulau Okinawa, lalu merambat ke daerah utara yang nantinya akan berakhir di Hokkaido. Jadi, bagi kamu yang ingin merasakan tradisi hanami bersama penduduk lokal datanglah di waktu-waktu tersebut.

 

Barang-barang Yang Wajib Ada Saat Hanami, Adalah Salah Satu Bagian Dari Serba-Serbi Momen Hanami Yang Tak Terpisahkan   

image source : https://www.flickr.com/photos/141443515@N07/30451475321/

Barang pertama yang harus kamu siapkan adalah tikar tahan air atau terpal. Saat awal musim semi, suhu masih dalam peralihan sehingga masih terasa dingin dan salju pun baru mencair. Oleh karena itu, tikar atau terpal yang tahan air akan sangat membantu jika tempat yang akan kamu duduki masih terasa dingin dan basah.

Kedua, siapkan bekal nasi (bento) dan makanan ringan. Acara hanami bersama orang-orang terdekat tidak akan terasa lebih menyenangkan tanpa sajian makanan. Barang yang ketiga adalah kamera. Kamu pasti tidak ingin melewatkan waktu berharga bersama orang-orang terdekat berlalu begitu saja, abadikan setiap momennya dengan kamera.

 

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Akan Melakukan Momen Hanami

image source : https://www.flickr.com/photos/mshexagram/4571771872/


Jika kamu hendak melakukan hanami maka ada beberepa hal yang perlu kamu ketahui. Berikut ini beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar acara hanami-mu bisa berjalan dengan lancar:

  • Jika ingin mendapatkan tempat yang bagus maka datanglah lebih pagi, datanglah beberapa menit sebelum taman dibuka.
  • Gunakan tikar piknik untuk mengambil tempat dan pastikan luas yang diambil dengan tikar sesuai dengan jumlah orang yang akan hadir mengikuti hanami.
  • Kadangkala, untuk menandai tempat tidak cukup hanya dengan menggelar tikar, terlebih di tempat-tempat yang cukup terkenal dengan event hanami-nya. Mintalah seseorang dari kelompokmu untuk menjaga tempat, agar tidak digunakan orang lain.
  • Menjelang sore hari, suhu udara akan semakin dingin. Jadi, bawalah pakaian yang cukup tebal dan dapat menghangatkan tubuh, seperti jaket atau syal.
  • Hindarilah menduduki akar dan mematahkan dahan pohon sakura. Jika pohon rusak maka ada kemungkinan pohon tersebut tidak akan berbunga lagi di tahun berikutnya.
  • Jangan membawa peralatan yang memakai banyak tempat, seperti meja, kursi, alat pemanggang, dsb. Banyak orang yang akan datang untuk hanami sehingga jarak antara kelompok yang satu dan lainnya akan saling berdekatan. Bijaksanalah menggunakan tempat.
  • Hargai orang-orang disekitarmu. Demi menjaga ketentraman bersama janganlah membuat kegaduhan yang berlebihan. Jangan merusak suasana suka cita dengan mengganggu orang lain.
  • Pulanglah sebelum taman ditutup. Jika ingin menikmati hanami lebih lama maka sedari awal pilihlah tempat-tempat yang buka hingga malam hari.
  • Jangan meninggalkan sampah di tepat kamu hanami. Beberapa tempat hanami ada yang menyediakan tempat sampah, tetapi ada juga yang tidak. Terkadang, tempat sampah yang disediakan pun tidak cukup untuk menampung semua sampah. Jadi, akan lebih baik jika kamu membawanya pulang atau membuangnya di tempat penampungan sampah yang lebih besar.

 

Itulah sedikit informasi tentang asal-usul dan serba-serbi momen hanami yang perlu kamu ketahui. Semoga iniformasi dari H.I.S Travel Indonesia tadi bermanfaat bagi Travel Mates yang akan mengunjungi Jepang pada musim semi ataupun bagi Travel Mates yang hanya sekadar menambah informasi tentang kebudayaan Jepang. Sampai jumpa lagi lain waktu!

Sebarkan Artikel