Spot Wisata Pilihan dan Akses Menuju Prefektur Aomori
07-04-2020
HIS Travel
Spot Wisata Pilihan dan Akses Menuju Prefektur Aomori
Tips
Sebarkan Artikel

Prefektur Aomori adalah prefektur yang terletak di bagian paling utara pulau Honshu. Letaknya yang berada di bagian utara pulau terbesar Jepang ini membuat Aomori memiliki suhu udara yang lebih dingin dibandingkan prefektur yang terletak di area Kanto seperti Tokyo.

Bagi wisatawan Indonesia, Prefektur Aomori belum memiliki pamor setinggi Hokkaido dan prefektur di area Kansai seperti Osaka dan Kyoto. Meskipun ada banyak hal-hal menarik yang dapat dinikmati di Aomori. Selain itu, karena area nya yang luas, Travel Mates dapat menikmati banyak area tujuan wisata yang tidak dipenuhi wisatawan sehingga Travel Mates dapat menikmati liburan dengan rileks.

Yuk simak pembahasan mengenai 10 spot wisata pilihan di Prefektur Aomori! Travel Mates juga dapat mengetahui akses menuju Prefektur Aomori melalui artikel ini.

 

1. Hirosaki Castle

Sumber: flickr

Hirosaki Castle adalah kastil berumur 100 tahun yang terletak di Aomori. Kastil ini memiliki taman yang terkenal karena keindahan bunga sakura yang mekar ketika musim semi. 2.600 pohon sakura yang ada di taman kastil Hirosaki telah menjadikan tempat ini sebagai satu dari 100 tempat terbaik untuk melihat sakura di Jepang.

Di musim dingin pun, kastil Hirosaki sangat bagus untuk dilihat dari dekat. Salju yang menumpuk di atap kastil dan di area taman kastil membuat kastil ini terlihat sangat menakjubkan.

Travel Mates juga bisa masuk ke dalam kastil untuk menjelajah kastil yang merupakan satu dari sedikit kastil original di Jepang. Tidak hanya itu, di area kastil Hirosaki, Travel Mates dapat mengunjungi Hirosaki Castle Botanical Garden dan Kuil Gokoku.
 

2. Hirosaki Apple Park

Sumber: flickr

Aomori merupakan prefektur yang terkenal sebagai prefektur penghasil buah apel di Jepang. Masih di area Hirosaki, Travel Mates dapat mencoba memetik apel sendiri di Hirosaki Apple Park

 

Untuk bisa mencoba kegiatan memetik buah apel di Aomori, Travel Mates harus pergi ke sana ketika musim gugur. Hal tersebut dikarenakan musim panen apel di Aomori adalah ketika musim gugur. Meskipun ada banyak perkebunan yang sudah mulai panen mulai dari bulan Juli, bulan November adalah bulan yang tepat untuk merasakan pengalaman petik buah apel di Hirosaki Apple Park.
 

3. Aoni Onsen

Sumber: japantravel

Aoni Onsen adalah pemandian air panas natural yang terletak di sebelah timur Hirosaki. Pemandian air panas ini sangat unik karena lampu-lampu yang digunakan untuk menerangi penginapan adalah lampu minyak.

Tidak ada lampu listrik yang digunakan di penginapan serta pemandian air panas ini yang membuat Aoni Onsen dikenal sebagai Lamp no Yado atau Lamp Inn.

Lebih seru lagi, tidak ada TV, kulkas, maupun colokan listrik di kamar pengunjung. Kabarnya pengunjung yang menginap di satu-satunya ryokan yang ada di Aoni Onsen pun tidak bisa mengakses internet karena susah sinyal.

Namun, karena tidak ada listrik dan berlokasi di daerah yang sangat terpencil, Travel Mates dapat benar-benar menikmati suasana pemandian air panas yang original. Dan tidak perlu khawatir soal transportasi, tersedia fasilitas pick up yang disediakan oleh penginapan sebanyak dua kali sehari.
 

4. Aliran Sungai Oirase

Sumber: flickr

Aomori memang terkenal dengan keunikan wisata alam yang selalu memberikan unsur mistis. Salah satu tujuan wisata yang cukup terkenal dan menantang adalah aliran sungai Oirase atau Oirase Stream.

Aliran sungai Oirase ini mengalir sejauh 14 kilometer dari danau Towada. Sangat terkenal karena keindahannya di musim gugur.

Travel Mates yang akan berkunjung ke Aomori di musim gugur wajib pergi ke tempat ini untuk melihat indahnya dedaunan kuning. Trekking di sepanjang aliran sungai Oirase juga dapat menjadi kegiatan untuk melepas lelah dan penatnya kehidupan ibukota.

5. Gunung Osore

Sumber: commons.wikimedia

Prefektur Aomori dapat dikatakan sebagai prefektur yang memiliki beragam wisata alam. Selain pemandian air panas dan sungai, prefektur Aomori juga terkenal karena gunung yang bernama Gunung Osore atau Osoreyama.

Gunung Osore terletak di Shimokita Peninsula dan merupakan salah satu gunung yang penting dalam kepercayaan Buddha di Jepang. Gunung ini dipenuhi abu dan asap vulkanik yang membuat gunung ini semakin menantang.

Jika Travel Mates suka dengan kegiatan wisata alam yang menantang, maka Gunung Osore patut masuk ke dalam list perjalanan. Kuil Bodaiji yang ada di atas Gunung Osore ini sangat terkenal di kalangan wisatawan yang senang memanjat gunung.

6. Gunung Hakkoda yang penuh dengan monster salju

 

 

 

 

 

Sumber: commons.wikimedia

Gunung Hakkoda yang terletak di tengah Prefektur Aomori mungkin merupakan salah satu spot wisata yang paling banyak dikunjungi.

Ketika musim gugur, Gunung Hakkoda menjadi gunung yang ramai dikunjungi karena keindahan pemandangan musim gugurnya. Para wisatawan pun dapat menikmati pemandangan tersebut dengan cara yang lebih santai, yaitu dengan naik ropeway.

Selain musim gugur, pemandangan paling menarik sebenarnya dapat dilihat ketika musim dingin. Salju yang menumpuk di atas pepohonan yang kemudian membeku menjadi es menghasilkan fenomena yang dikenal sebagai monster salju atau ice monster. Fenomena ini pun dapat dilihat dari dalam ropeway.

Travel Mates yang memiliki hobi ski dan snowboarding tentu saja dapat bermain olahraga musim dingin tersebut di Gunung Hakkoda ketika musim dingin.

7. Pasar ikan Furukawa

 

 

 

 

Sumber: flickr

Selain wisata alam, prefektur Aomori juga terkenal karena kekayaan hasil lautnya. Sebagai prefektur yang dikelilingi laut di ketiga sisinya, jelas saja mudah untuk menemukan seafood di sana.

 

Salah satu spot paling terkenal sebagai tempat memperoleh seafood segar adalah pasar ikan Furukawa (Furukawa Fish Market). Travel Mates dapat menemukan berbagai jenis ikan dan seafood segar di pasar ini. Pasar ini terletak di Aomori City dan dapat diakses dengan 5 menit jalan kaki dari pintu timur stasiun Aomori.

Jika berkunjung ke pasar ikan Furukawa, Travel Mates harus mencoba nokkedon khas Aomori. Nokkedon adalah semangkuk nasi hangat dengan topping ikan segar sesuai pilihan. Nokkedon dijual hanya sampai jam 4 sore jadi pastikan untuk segera memesan nokkedon sebelum kehabisan.

8. Tsugaru Hanto

Takayama Inari Shrine

Tsugaru Hanto adalah peninsula (hanto) terletak di sisi paling utara Aomori dan merupakan peninsula yang paling dekat dengan Hokkaido. Area Tsugaru juga merupakan area tempat lahirnya alat musik shamisen khas Jepang yang sering dipakai untuk memainkan lagu tradisional Jepang.

Tsugaru Hanto memiliki situs bersejarah yang sama menariknya dengan piramida di Mesir. Di Tsugaru Hanto, Travel Mates dapat mengunjungi situs bersejarah Kamegaoka dan Sannai Maruyama. Kedua situs bersejarah ini adalah situs arkeologi peninggalan zaman Jomon (14.000 - 300 tahun sebelum masehi).

Travel Mates dapat melihat bangunan dan patung-patung peninggalan dari zaman tersebut. Selain itu, Travel Mates juga dapat berkunjung ke Aomori Museum of Art di dekat kedua situs untuk lebih memahami lagi sejarah kuno Jepang.

Satu hal yang paling menarik dan dapat ditemukan di Tsugaru Hanto adalah Kuil Takayama Inari. Mirip dengan Kuil Fushimi Inari yang memiliki banyak torii, Kuil Takayama pun demikian. Travel Mates dapat melihat deretan torii berwarna vermilion yang mengelilingi taman gaya Jepang. 
 

9. Tatehana Morning Market

Sumber: en-aomori

Tatehana Morning Market terletak di kota terbesar kedua di Prefektur Aomori yaitu Hachinohe. Di pasar pagi ini, pengunjung dapat menikmati yakitori, ramen, sayur-sayuran fresh, ikan bakar, hingga kopi. Pengunjung bahkan dapat melihat-lihat stall yang menjual kerajinan lokal dan berbagai produk lokal yang menarik untuk dibeli.

Hachinohe juga merupakan kota dimana Travel Mates dapat menikmati keindahan pantai Tanesashi.

10. Nebuta Festival

 

 

Sumber: flickr

Nebuta Festival adalah satu dari beberapa festival musim panas di area Tohoku. Festival ini diadakan untuk menyambut Tanabata yang dirayakan dari tanggal 2 Agustus hingga 7 Agustus setiap tahunnya.

 

Travel Mates dapat melihat banyak sekali lentera yang terbuat dari kertas washi Jepang yang digambar dengan berbagai gambar khas Jepang. Lentera tersebut berukuran sangat besar dan dibawa berkeliling untuk parade. Melihat festival ini bisa menjadi pengalaman tidak terlupakan bila Travel Mates berkunjung ke Aomori saat musim panas.

 

Akses Menuju Prefektur Aomori

Prefektur Aomori dapat dicapai dari Tokyo dengan menggunakan shinkansen, pesawat, atau bus.

Dengan shinkansen, Aomori City dapat dicapai dengan menggunakan Shinkansen Hayabusa dari Stasiun Tokyo ke Shin-Aomori dan kereta lokal dari Stasiun Shin-Aomori ke Stasiun Aomori. Perjalanan dari Tokyo ke Aomori memakan waktu sekitar 3.5 jam dengan biaya sebesar 17.500 yen sekali jalan. Perjalanan ke Aomori dari Tokyo dengan shinkansen dicover oleh JR Pass.

Dengan pesawat, Aomori dapat dicapai dengan penerbangan menggunakan JAL dari Tokyo ke Aomori Airport. Penerbangan dari Tokyo ke Aomori cenderung jarang dan mahal sehingga perjalanan dengan shinkansen akan lebih efektif ketimbang menggunakan pesawat.

Dengan bus, Aomori dapat dicapai dari Tokyo dengan memakan waktu sekitar 11 jam. Tiket bus malam dapat dibeli dengan harga 8.000 - 9.000 yen di Stasiun Shinjuku.

Semoga 10 spot wisata pilihan yang telah dijelaskan di artikel ini dapat membantu Travel Mates membuat rencana perjalanan. Segera kunjungi HIS Travel Indonesia untuk mencari tiket promo dan rencana terbaik jalan-jalan di Aomori.

Sebarkan Artikel