Tips Berpuasa di Eropa Selama Musim Panas
24-05-2018
HIS Travel
Tips Berpuasa di Eropa Selama Musim Panas
Tips
Sebarkan Artikel

Tidak ada salahnya jika selama bulan puasa ini Anda berpergian ke benua Eropa, mungkin bisa saja Anda pergi ke benua Eropa untuk tujuan berlibur atau mungkin untuk urusan lainnya. Jika Anda memutuskan untuk pergi ke benua Eropa selama bulan puasa ini maka kami menyarankan supaya Anda mengetahui beberapa informasi yang penting. Bagi Anda yang beragama muslim tentu saja masih harus berpuasa selama berada di Eropa. Namun yang perlu Anda ketahui jika berpuasa di Eropa mungkin akan sedikit berbeda dengan puasa di Indonesia. Jika di Eropa mungkin kita harus berpuasa lebih lama yaitu sekitar 18 hingga 19 jam setiap harinya. Oleh karena itu kali ini kami akan memberikan informasi kepada Anda mengenai tips berpuasa di Eropa selama musim panas. Tak usah menunggu lama, berikut adalah infromasi pentingnya untuk Anda :

  • Perhatikan waktu sahur dan berbuka

image source : http://syolindra.blogspot.co.id

Yang pertama yang harus Anda perhatikan adalah Anda yang memperhatikan waktu sahur dan juga berbuka. Sebelum Anda berangkat ke Benua Eropa terutama di dalam bulan ramadhan yang notabene disana sedang musim panas maka Anda harus mengetahui terlebih dahulu waktu subur dan juga waktu berbukanya. Sehingga ketika sampai di sana nanti Anda tidak perlu kebingungan dan ketika sudah mendekati jam maka Anda bisa menyiapkan makanan dan juga minuman untuk berbuka ataupun sahur. Jika Anda ingin tidak ribet atau ingin lebih praktis selama berpuasa di benua Eropa maka kami menyarankan supaya Anda menyiapkan makanan untuk berbuka dan juga sahur pada waktu malam hari sekaligus. Kami menyarankan agar Anda menyiapkan makanan pada malam hari untuk lebih meminimalisir biaya dan juga supaya Anda tidak perlu lagi keluar keluar hotel atau tempat Anda menginap. Sehingga nantinya ketika sahur pukul 1.30 pagi Anda sudah menyiapkan makanan dan tinggal makan saja. Untuk Anda yang ingin berhemat maka kami sarankan memasak saja daripada membeli. Tips ini sangat cocok bagi para mahasiswa yang sedang melanjutkan studinya di Eropa dan tengah berpuasa juga. Kami sarankan jika punya waktu Anda masak atau menyiapkan makanan pada malam hari saja.

  • Menghindari makanan olahan atau junk food

image source : https://www.hindustantimes.com

Mungkin yang ada di pikiran Anda selama berada di luar negeri dan sedang berpuasa adalah mengkonsumsi makanan olahan atau junk food. Karena makanan-makanan itu bisa kita dapatkan dengan sangat mudah di manapun sehingga kita juga tidak perlu lagi memasak. Namun Anda perlu mengingat, berpuasa selama berada di Eropa bisa jadi lebih berat ketimbang berpuasa di Indonesia. Selain karena waktunya yang lebih panjang dan lama, di Eropa juga waktu bulan ramadhan sedang musim panas yang artinya suhu cukup panas juga. Kami menyarankan supaya ketika Anda sahur dan juga berbuka untuk menghindari makanan yang cepat saji, junk food, atau makanan olahan seperti misalnya keripik, snack coklat, kentang goreng, dan makanan cepat saji lainnya. Makanan itu memang benar bisa membuat Anda cepat kenyang namun juga bisa membuat Anda cepat lapar karena memiliki kandungan nutrisi dan gizi yang sedikit. Oleh karena itu hindari mengkonsumsi makanan cepat saji ya selama berpuasa di Eropa. Pilih saja makanan sehat seperti sayur, buah-buahan dan juga konsumsilah susu.

  • Konsumsi banyak serat dan protein

image source : https://foodsogoodmall.com

tips berpuasa di Eropa selama musim panas adalah dengan mengkonsumsi banyak serat dan juga protein. Mengapa? Karena selama berpuasa di sana Anda tentu saja membutuhkan banyak energi bukan, terutama karena berpuasa di benua Eropa lebih lama daripada di Indonesia. Oleh karena itu pastikan asupan serat dan protein tercukupi selama Anda sahur dan juga berpuasa. Protein dan juga serat yang akan masuk ke dalam tubuh ini akan dipecah menjadi energi dalam waktu yang lama sehingga artinya kita bisa menahan lapar dalam waktu yang lama dan juga masih punya energi. Kami sarankan supaya Anda mengkonsumsi makanan yang mengadung serat dan protein yang tinggi seperti daging ayam, sayuran, buah-buahan, dan juga biji-bijian seperti kacang.

  • Hindari konsumsi makanan yang mengandung garam dan gula tinggi

image source : https://www.hindustantimes.com

Tips selanjutnya adalah untuk menghindari konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kadar gula dan garam yang tinggi selama berbuka dan sahur. Karena jika kita mengkonsumsi makanan atau minuman yang asin atau mungkin terlalu manis malah akan membuat kita menjadi tidak tahan kenyang dan bahkan bisa membuat kita jadi lebih cepat haus. Jadi sebisa mungkin untuk menghindari konsumsi soda, snack, junk food, dan juga makanan yang manis atau asin. Karena jika masih mengkonsumsi itu maka kita akan cepat lapar dan haus ketika jam puasa sudah dimulai. Berpuasa di Eropa harus memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh ya!

  • Minum air putih yang sering selama berbuka dan sahur

image source : https://steptohealth.com

Walau mungkin namanya puasa, tetap saja kita harus memenuhi kebutuhan air putih. Namun bukan artinya Anda harus membatalkan puasa hanya untuk mencukupi kebutuhan air putih. Anda bisa mencukupi kebutuhan air minum Anda selama berbuka dan juga sahur. Namun yang harus Anda ingat adalah Anda harus mengkonsumsi air putih sebanyak 8 gelas per harinya. Mungkin saja Anda bisa membaginya seperti ini : 1 saat berbuka, lalu 2 gelas saat makan malam, 3 gelas sebelum tarawaih, kemudian 1 gelas lagi saat sahur dan 1 gelas lagi setelah sahur. Yang terpenting pastikan tubuh tidak mengalami dehidrasi ya.

Nah itu dia beberapa informasi yang bisa kami sampaikan keapda Anda mengenai tips berpuasa di Eropa selama musim panas. Jika ingin berlibur ke Eropa bersama H.I.S. Travel Indonesia cek langsung websitenya dan pilih paket liburannya! Semoga artikel ini berguna dan bermanfaat!

Sebarkan Artikel