5 Tips Mencari Makanan Halal di China
30-11-2019
HIS Travel
5 Tips Mencari Makanan Halal di China
Tips
Sebarkan Artikel

China adalah negara indah yang banyak menjadi tujuan wisata para wisatawan dari seluruh Indonesia. Tak terkecuali oleh para wisatawan Indonesia. Tembok China, Kota Terlarang, menjadi dua ikon yang wajib dikunjungi wisatawan.

Meskipun China bukan negara Islam, namun pesona China cukup kuat untuk memikat wisatawan muslim seluruh dunia. Salah satunya wisatawan Indonesia, yang cukup banyak menjadikan China sebagai tujuan wisata.

Menariknya, ada banyak bangunan bersejarah Islam yang dirawat dengan baik oleh pemerintah China, seperti The Great Mosque of Xian, The Huaisheng Mosque, Puhaddin Mausoleum, masjid Qingjing, dan lainnya. Masjid Qingjing menjadi salah satu masjid yang dibangun dan diperbaiki oleh muslim dari Arab. Yang mana mencerminkan persahabatan dan pertukaran budaya antara China dan negara Arab. Masjid bergaya Arab yang dibangun pada 1009 ini menjadi masjid yang tertua di China.

Fasilitas di masjid Qingjing begitu lengkap, terdapat tempat wudhu yang tertutup, tempat sholat, monumen kaligrafi di batu taman, serta peninggalan sejarah Islam lainnya. Tidak hanya umat muslim yang mengunjungi masjid, beberapa wisatawan non muslim pun tampak mengunjungi masjid. Kebanyakan mereka mengagumi arsitektur masjid atau berfoto di area taman.

Meskipun hubungan baik antara China dengan budaya Islam begitu tampak, dan wisata di China dapat digolongkan muslim friendly, namun masalah makanan masih menjadi momok bagi umat Islam di China. Pasalnya, Islam bukan agama mayoritas di China. Sehingga, urusan makanan cukup menjadi hal yang perlu diperhatikan. Karena, umat Islam tidak hanya mementingkan makanan yang mengandung gizi yang baik, tapi juga mempertimbangkan kehalalannya sesuai dengan agama.

Meski cukup sulit, tapi semua pasti ada jalannya. Ada tips khusus untuk kamu yang akan berlibur ke China tanpa khawatir tentang makanan. Berikut ini akan disajikan tips mencari makanan halal di China.

5 tips mencari makanan halal di China:

1. Membawa Gambar Hewan (Babi, Ikan, Ayam, Sapi)

Image source: wyttenbachmeats.com

Kebanyakan orang China susah mengerti bahasa Inggris secara lisan, termasuk juga pelayan restoran sekalipun. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk membawa gambar – gambar hewan tersebut. Kamu bisa mencetak gambar itu di lembaran kertas kecil ketika masih di Indonesia, atau menyiapkan gambar tersebut di ponsel. Dan bahasa isyarat lebih mudah dimengerti oleh warga China.

Kamu dapat menunjukkan gambar babi sambil mengatakan “no” atau menggelengkan kepala atau menggoyangkan tangan. Atau kamu juga dapat memberikan tanda silang pada gambar babi, yang berarti kamu tidak mengkonsumsi babi. Sementara gambar ikan, ayam, dan babi, untuk bertanya apakah kamu bisa medapatkan makanan ini di menu.

2. Temukan Logo Halal

Image source:chinafoodingredients.com

Supaya yakin yang kamu makan adalah makanan halal, kamu dapat menemukan logo halal di tempat makan atau restoran. Restoran atau tempat makan halal biasanya dimiliki oleh penduduk muslim China, atau pendatang muslim dari Turki maupun India.

Restoran berlogo halal ini rata – rata menyediakan ayam, sapi, serta ikan di dalam menunya. Namun, jika tidak menemukan logo halal, kamu dapat mencari makanan yang halal. Misalnya kamu dapat mencari tempat makan yang hanya menjual sate kambing, atau hanya menjual ayam. Jika menemukan outlet kebab, belilah makanan di sana. Karena biasanya penjual kebab adalah para imigran muslim.

Selain makanan saji yang halal, kamu juga dapat mencari logo halal di kemasan. Misalnya mie instan, sosis, makanan kaleng, atau bahan makanan lainnya.

3. Belajar Membaca Komposisi Makanan dalam Bahasa China

Image source: spoonuniversity.com

Selain produk yang berlogo halal, kamu juga harus dapat membaca komposisi makanan dalam Bahasa China. Karena, produk yang berlogo halal masih jarang di China. Oleh karena itu, kamu harus mengerti huruf – huruf dalam Bahasa China terutama huruf yang berarti babi, alkohol, minya babi, yang mana biasanya terkandung dalam makanan.

Kamu dapat mencari tulisannya di Google Translate, kemudian mencari kata – kata tersebut.

4. Membaca Review Makanan untuk Oleh – oleh

Image source: theconscientiouseater.com

 

Sama halnya dengan mencari logo tulisan di China. Mencari makanan untuk oleh – oleh pun cukup sulit, karena makanan kemasan tidak banyak yang berlogo halal.

Banyak makanan kering yang dapat dijadikan oleh – oleh, seperti kue kering, wafer, biskuit, kue beras, dan kacang. Kamu dapat memilih makanan mana yang sekiranya disukai oleh orang – orang yang akan kamu beri.

Kamu dapat mencarinya dengan cara pada poin sebelumnya. Cara lainnya, kamu juga dapat browsing terlebih dahulu. Lebih baik, browsing ketika masih di Indonesia, karena akses internet sangat dibatasi di China. Kecuali kamu menggunakan jaringan wifi sendiri dan menggunakan VPN.

Jika kamu ragu dengan kandungan kue atau makanan kering lainnya, langkah terbaik adalah belilah oleh – oleh berupa kacang – kacangan atau buah – buahan. Karena biasanya mereka hanya diawetkan tanpa menggunakan alkohol atau kandungan haram lainnya.

5. Makan Mie Instan dari Indonesia

Image source: edition.cnn.com

Jika masih ragu atau tak kunjung menemukan makanan halal, kamu dapat mencari mie instan merk terkenal asal Indonesia. Mie instan Indonesia sudah sangat mendunia, yang tentunya sudah dapat dipastikan halal.

Namun, mie instan ini mungkin rasanya sedikit berbeda dengan yang ada di Indonesia. Misalnya, kamu pergi ke supermarket dan menemukan mie instan merk terkenal ini, namun rasanya tidak seperti yang ada di Indonesia. Karena memang ada beberapa rasa yang hanya dikhususkan untuk dieskpor ke suatu negara. Misalnya mie instan rasa tom yum untuk China dan Thailand, serta mie instan rasa sup tomat khusus untuk Italia.

Jika masih ragu – ragu dan takut, kamu tetap dapat berwisata aman di China dan tentunya muslim friendly. Tentunya bersama H.I.S Travel, dimana kamu akan mendapatkan kenyamanan dalam berwisata. Yuk, tunggu apa lagi!

Sebarkan Artikel