Wisata The Great Silk Road
25-04-2019
HIS Travel
Wisata The Great Silk Road
City Travel
Sebarkan Artikel

Travel Mates pernah mendengar tentang Jalur Sutra? Jika belum, jalur ini dulunya menjadi salah satu pengaruh besar terhadap perkembangan peradaban manusia. Khususnya dalam konteks perdagangan. Jalur Sutra ini pun menjadi salah satu pengaruh dalam perkembangan Indonesia di masa lampau. Mengapa? karena jalur ini menjadi pusat jalur perdagangan terbesar yang menghubungkan daerah Cina dan Kerajaan Romawi sepanjang 7.000 kilometer lebih.

 
Rute utama jalur ini melewati bagian tengah China melalui pegunungan Thien San, Asia Tengah, Iran, Afghanistan, Afrika Utara, Mediterrania, sampai menuju Eropa. Selain jalur utama, Jalur Sutra ini memiliki Jalur Utara yang menghubungkan langsung China dengan Eropa hingga Laut Mati. Rata-rata para pedagang melewati jalur ini dengan kereta kuda. 


Sebagai negara terpadat di dunia yang kaya akan budaya, China lah yang membangun Jalur Sutra ini. Tujuan utamanya adalah untuk membuat komoditas perdagangan semakin beragam dan untuk memudahkan masyarakat. Saat itu banyak komoditas yang diperdagangkan di Jalur Sutra ini seperti emas, kopra, rempah-rempah, hewan ternak dan sebagainya. Sebenarnya Dinasti China membuat Jalur Sutra ini tidak hanya untuk perdagangan, namun ada hal lain yang lebih penting. Yaitu menjadi salah satu media pertukaran paham budaya dan juga edukasi antar pedagang dan negara.


Mungkin Travel Mates bertanya-tanya, mengapa jalur ini dinamakan dengan nama Jalur Sutra. Siapa yang tidak mengenal Sutra China, sutra yang tidak pernah diragukan akan kualitasnya dan memiliki kedudukan paling tinggi dibandingkan dengan sutra keluaran negara lain. Karena pada awalanya, bahan baku sutra hanya boleh digunakan untuk kalangan istana. Ditambah lagi kerahasiaan proses dan teknik pun dijaga ketat oleh kerajaan Cina pada saat itu. Jika ada yang mencoba menyelundupkan telur atau kepompong sutra ke luar Cina atau membuka rahasia tentang sutra Cina, kerajaan Cina akan menjatuhkan hukuman yang berat.
Namun seiringnya perkembangan jaman, akhirnya kain sutra ini bisa diproduksi menjadi industri penting untuk mengangkat ekonomi Cina saat itu, Travel Mates. Akhirnya saat itu masyarakat Cina diperbolehkan untuk mengenakan pakaian yang terbuat dari sutra. Tidak hanya pakaian, namun juga digunakan sebagai tali pancing, tali busur panah, instrumen musik, kertas tulis, dan tali pengikat.


Semakin lama aturan tentang sutra ini pun semakin berubah. Karena di masa Dinasi Han (206SM-220M) aturan tentang sutra tidak lagi sekedar barang dagangan atau produk industri. Seperti pegawai menerima gaji dan hadiah sutra, lalu petani membayar pajak dengan beras dan sutra.
Jalur ini di masa itu sangat penting, bahkan Cina menganggapnya sebagai urat nadi ekonomi, budaya, sampai politik pada Abad Pertengahan. Dan dari Jalur Sutra ini banyak  teori yang lahir untuk mencapai tahap perdagangan modern. Lalu bagaimana bahasa yang digunakan di Jalur Sutra ini? Apakah yang digunakan adalah Bahasa Cina? Berikut beberapa hal yang harus Travel Mates ketahui tentang Jalur Sutra.

Bukan Bahasa Cina, namun Bahasa Yiddish
Walaupun Jalur Sutra dibangun oleh Dinasti Cina, nyatanya Bahasa Yiddish lah yang menjadi bahasa asli di Jalur Sutra. Penemuan ini diungkapkan oleh Universitas Sheffield di Inggris. Mereka mengatakan bahwa Yiddish menjadi bahasa sehari-hari di Jalur Sutra bersama dengan bahasa Persia.

Silk Road atau Sick Road?
Menceritakan tentang Jalur Sutra tidak sepenuhnya tentang kemajuan. Namun banyak yang mengatakan jalur ini juga dikenal sebagai "Sick Road" alias jalur yang penuh dengan wabah penyakit. Karena pada jaman dahulu para peneliti menyebutkan banyaknya bukti adanya wabah tikus di sepanjang jalur tersebut yang menyebar melalui tikus tertular pada unta-unta di padang pasir. Selain itu udara yang lembab membuat wabah ini cepat menyebar di sepanjang Jalur Sutra. Hal inilah yang membuat perubahan arah yang tadinya melalui jalur darat menjadi perdagangan melalui jalur laut. 


Itu dia cerita dan beberapa fakta yang membuktikan bahwa Jalur Sutra pada masanya benar-benar menjadi kunci peradaban dan urat nadi perdagangan untuk memudahkan masyarakat dunia. Tidak hanya dalam berdagang, namun Dinasti Cina juga mencoba untuk bertukar akan budaya dan edukasi yang ada di negara-negara dunia. Jadi, jangan lupa bagikan informasi ini ke teman-teman kamu ya, Travel Mates!

Sebarkan Artikel