Hal Penting Yang Perlu Diketahui Wisatawan Muslim di Jepang
09-04-2020
HIS Travel
 Hal Penting Yang Perlu Diketahui Wisatawan Muslim di Jepang
Jepang
Sebarkan Artikel

Jalan-jalan di Jepang tentu saja menjadi suatu hal yang diinginkan oleh banyak orang Indonesia saat ini. Banyaknya tiket promo ke Jepang dan kemudahan memperoleh visa ke Jepang semakin meningkatkan minat orang Indonesia untuk berwisata di negara matahari terbit ini. Akan tetapi, mayoritas wisatawan Indonesia yang beragama Islam mungkin sedikit khawatir ketika akan berwisata di Jepang.

Kekhawatiran tersebut biasanya berhubungan dengan makanan, tempat beribadah, dan aturan-aturan yang ada di Jepang. Apabila Travel Mates adalah salah satu dari banyak wisatawan Muslim yang akan berkunjung ke Jepang, maka artikel ini tepat untuk kamu. Yuk simak hal penting yang perlu diketahui oleh Travel Mates Muslim di Jepang!

1. Pastikan untuk selalu memeriksa label bahan makanan ketika akan membeli makanan kemasan atau cemilan di supermarket, minimarket (convenience store), dan toko oleh-oleh.

 

Sumber: fun-japan

Ketika berwisata di Jepang, Travel Mates pasti akan membeli makanan kemasan atau cemilan di berbagai tempat. Namun, banyak sekali cemilan atau makanan kemasan di Jepang yang terbuat bahan-bahan berasal dari olahan daging babi. Label halal pun sangat jarang dapat ditemukan pada makanan kemasan. Hal ini membuat Travel Mates harus ekstra hati-hati ketika akan membeli cemilan atau makanan kemasan di toko.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa label bahan makanan (ingredients list) yang ada pada kemasan. Makanan yang memiliki rasa ayam atau ikan belum tentu tidak mengandung babi. Travel Mates dapat mengecek istilah-istilah dalam Bahasa Jepang yang berhubungan dengan bahan-bahan makanan di artikel ini.

Apabila Travel Mates masih ragu dengan kandungan bahan makanan pada makanan kemasan, Travel Mates dapat pergi ke beberapa tempat berikut untuk membeli makanan kemasan yang aman untuk wisatawan Muslim:

  • Muslim corner di Laox Akihabara.

  • Toko oleh-oleh di bandara Narita, Haneda, dan Kansai.

  • Tokyo Banana yang dijual di toko-toko cemilan di Daimaru dan Tokyo station.

Tidak sedikit pula staff toko di tempat-tempat wisata yang dapat memberikan informasi soal makanan ramah wisatawan Muslim. Travel Mates juga dapat bertanya ke bagian informasi apabila masih tidak yakin.

2. Mayoritas department store besar di kota-kota besar di Jepang telah menyediakan ruangan multifungsi untuk ibadah.

Sumber: halalmedia.jp

Meskipun jumlah penduduk Muslim di Jepang tergolong sedikit, Travel Mates dapat menemukan masjid untuk tempat sholat di beberapa kota besar di Jepang. Di Tokyo sendiri terdapat Masjid Turki yang biasa dikunjungi oleh wisatawan Muslim di Tokyo.

Akan tetapi, pergi ke masjid untuk sholat tentu saja tidak selalu menjadi hal yang mudah dilakukan oleh semua wisatawan Muslim. Selain karena keterbatasan waktu, kesulitan untuk mencapai masjid tersebut juga menjadikan banyak wisatawan Muslim yang kesulitan menemukan tempat beribadah.

Travel Mates tidak perlu khawatir dan pusing lagi untuk mencari masjid atau mushola untuk sholat. Department store di beberapa kota di Jepang telah menyediakan ruangan ibadah yang dapat digunakan oleh siapa saja termasuk wisatawan Muslim. Beberapa contoh department store tersebut adalah:

  • Takashimaya di Shinjuku

  • World Porters di Yokohama

  • Laox Akihabara di Akihabara

  • Laox Shinjuku di Shinjuku

  • Tokyo Midtown di Roppongi

  • Tokyo Big Sight di Odaiba

Selain department store, Travel Mates juga dapat menemukan tempat sholat di beberapa JR station di Jepang, restoran, hotel, dan outlet mall. Untuk lebih lengkapnya, Travel Mates dapat melihat list prayer space di website halal media Jepang.

3. Pahami waktu beribadah yang berbeda-beda sesuai dengan musim.

Sumber:islamicfinder

Berbeda dengan di Indonesia, waktu sholat di Jepang berbeda-beda sesuai dengan musim. Musim semi dan musim panas memiliki siang yang lebih panjang daripada musim gugur dan musim dingin. Untuk mengetahui waktu sholat yang tepat, Travel Mates dapat mengunduh salah satu dari beberapa aplikasi berikut:

  • Muslim pro (dapat digunakan untuk mengecek arah kiblat).

  • Athan.

  • Salat Time.

  • Muslim Mate.

Khusus untuk mengecek arah kiblat, Travel Mates dapat mengunduh aplikasi bernama Qibla.

4. Tempat makan yang dapat dijadikan pilihan ketika sulit menemukan restoran halal.

 

Sumber: pixabay

Dalam rangka menyambut Olimpiade 2020 dan karena meningkatnya jumlah wisatawan Muslim di Jepang, keberadaan restoran dan tempat makan dengan logo halal pun meningkat. Travel Mates dapat menemukan banyak tempat makan dengan logo halal di bandara, pusat perbelanjaan, area wisata, dan lain sebagainya. Restoran Indonesia,Turki, Mongolia, Nepal, India, dan beberapa restoran ramen Jepang biasanya juga menyediakan makanan halal atau tidak memiliki logo halal tetapi ramah Muslim.

Namun demikian, terkadang cukup sulit juga untuk menemukan tempat makan yang ada logo halal apabila Travel Mates berkunjung ke kota kecil atau ketika restoran dengan logo halal sedang ramai pengunjung. Dalam situasi seperti itu, Travel Mates dapat makan di restoran soba dan udon lokal, restoran vegetarian, atau family restaurant seperti Saizeriya dan Gast.

Jika Travel Mates memutuskan untuk makan di restoran soba dan udon lokal, berikut adalah beberapa pilihan menu ramah Muslim yang dapat Travel Mates pesan:

  • Sansai soba (soba dengan topping sayuran liar tumbuh di area pegunungan).

  • Kitsune udon/soba (soba atau udon dengan topping tofu).

  • Soba dengan topping yuba (yuba adalah endapan di permukaan rebusan kedelai).

Jadi, tidak perlu khawatir kesulitan berwisata di Jepang sebagai wisatawan Muslim. Kunjungi juga cek HIS Travel Indonesia untuk menemukan banyak promo perjalanan ke Jepang dan juga untuk bertanya lebih lanjut tentang paket wisata yang ramah Muslim.

Sebarkan Artikel